TCI D6417 adalah Dihydrozeatin, salah satu hormon tumbuhan golongan sitokinin alami yang merupakan bentuk tereduksi dari zeatin. Sitokinin berperan penting dalam mengatur pembelahan sel, pembentukan tunas, dan penundaan penuaan daun pada tumbuhan. Di laboratorium, senyawa ini terutama dipakai sebagai zat pengatur tumbuh pada media kultur jaringan tanaman serta sebagai bahan uji pada penelitian biologi molekuler tumbuhan yang mengkaji mekanisme penerimaan dan penghantaran sinyal hormon di dalam sel.
Karakteristik yang membedakan dihidrozeatin dari zeatin adalah rantai sampingnya yang jenuh, tanpa ikatan rangkap. Perbedaan kecil ini membuat molekul lebih tahan terhadap perombakan oleh enzim sitokinin oksidase/dehidrogenase yang di dalam jaringan tumbuhan bertugas menonaktifkan sitokinin. Akibatnya, aktivitas hormon dapat bertahan lebih lama di dalam media maupun jaringan, yang berguna ketika peneliti membutuhkan pemberian sinyal yang stabil sepanjang masa kultur. Sebagai sitokinin alami, senyawa ini juga menjadi pembanding penting saat membandingkan tanggapan tanaman terhadap sitokinin sintetis seperti kinetin atau benziladenin.
Di Indonesia, bahan ini banyak dibutuhkan laboratorium kultur jaringan tanaman di perguruan tinggi, balai penelitian pertanian, serta unit perbanyakan bibit tanaman hortikultura dan perkebunan. Kemasan 50 mg tergolong sesuai karena sitokinin dipakai pada konsentrasi sangat rendah di dalam media, sehingga jumlah kecil sudah mencukupi untuk menyiapkan banyak botol media kultur.
Brosur TCI (PDF)
- Agrochemical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-01-08 · hal. 8
- Plant Research Reagents 2026-02-24 · hal. 13
- Kultur jaringan tanaman: ditambahkan ke media untuk merangsang pembentukan tunas serta pembelahan sel pada perbanyakan tanaman secara in vitro.
- Penelitian penghantaran sinyal hormon: dipakai mengkaji cara reseptor sitokinin mengenali dan meneruskan sinyal ke dalam sel tumbuhan.
- Studi penuaan daun: diterapkan pada percobaan terkendali untuk mengamati kemampuan sitokinin menunda proses penuaan jaringan daun terpotong.
- Perbandingan aktivitas sitokinin: berperan sebagai pembanding alami ketika menilai potensi sitokinin sintetis pada uji hayati tanaman terstandar.
- Riset metabolisme sitokinin: dimanfaatkan mempelajari kerja enzim sitokinin oksidase serta jalur penonaktifan hormon di dalam jaringan tumbuhan.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk D6417 |
|---|---|
| Nomor CAS | 23599-75-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Molecular Biology > Plant Biotechnology |
| Ukuran kemasan | 50 mg |
| Bentuk fisik | padatan; rincian tampilan per lot mengacu pada lembar data produk |
| Penyimpanan | dingin dan kering, terlindung cahaya, sesuai anjuran pada label kemasan |
Simpan pada kondisi dingin, kering, dan terlindung dari cahaya sesuai anjuran label, dalam wadah asli yang tertutup rapat. Sebelum dibuka, biarkan wadah mencapai suhu ruang agar uap air tidak mengembun di dalamnya. Larutan induk sebaiknya dibuat dalam jumlah kecil, dibagi menjadi beberapa alikuot, lalu disimpan beku untuk menghindari siklus beku-cair berulang yang dapat menurunkan mutu. Gunakan alat timbang dengan ketelitian memadai karena bahan dipakai dalam jumlah sangat sedikit. Kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta bekerja dengan teknik aseptis saat menyiapkan media.
- Blanco dkk. (2000). Determination of Dihydrozeatin and Dihydrozeatin Riboside by Cathodic Stripping Voltammetry. Electroanalysis doi:10.1002/(sici)1521-4109(200002)12:2<147::aid-elan147>3.3.co;2-6
- Blanco dkk. (2000). Determination of Dihydrozeatin and Dihydrozeatin Riboside by Cathodic Stripping Voltammetry. Electroanalysis doi:10.1002/(sici)1521-4109(200002)12:2<147::aid-elan147>3.0.co;2-f
- Heylen dkk. (1991). Further studies on the effects of different auxins and cytokinins on flower formation in thin cell layers of Nicotiana tabacum: The effects of zeatin riboside, dihydrozeatin and dihydrozeatin riboside. Physiologia Plantarum doi:10.1034/j.1399-3054.1991.830406.x
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
