Dibenzyl Oxalate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik, terutama dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini berperan sebagai bahan baku dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan senyawa aromatik. Dalam laboratorium, Dibenzyl Oxalate sering digunakan sebagai reaktan dalam reaksi esterifikasi dan reaksi substitusi. Karena struktur kimianya yang stabil, senyawa ini sangat cocok untuk reaksi yang memerlukan kondisi tertentu, seperti suhu rendah atau medium non-polar.
Dibenzyl Oxalate memiliki sifat kimia yang relatif stabil, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan penyimpanan. Senyawa ini tidak mudah bereaksi dengan bahan kimia umum, sehingga meminimalkan risiko kecelakaan di laboratorium. Selain itu, senyawa ini memiliki kepadatan dan titik didih yang jelas, sehingga memudahkan dalam identifikasi dan pemilahan. Karena sifat ini, Dibenzyl Oxalate sering dipilih untuk aplikasi yang membutuhkan presisi dan keandalan.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, Dibenzyl Oxalate digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset. Bahan ini menjadi pilihan utama karena ketersediaannya dan kemampuannya dalam berbagai reaksi organik. Dengan dukungan dari AMI Scientific, senyawa ini mudah ditemukan dan diakses oleh para peneliti dan mahasiswa.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat dan bahan kimia farmasi
- Reaksi esterifikasi dalam pembuatan senyawa aromatik dan bahan plastik
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik dalam kondisi tertentu
- Pengujian katalis dalam reaksi organik yang memerlukan stabilitas kimia
- Pembuatan senyawa intermediat untuk aplikasi industri kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 7579-36-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari sinar matahari langsung |
Dibenzyl Oxalate harus disimpan dalam wadah tertutup dan jauh dari sumber panas serta sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, namun tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Wadah penyimpanan harus terbuat dari bahan tahan korosi, seperti plastik atau logam. Dalam penggunaan, pastikan prosedur keselamatan laboratorium diikuti, seperti penggunaan alat pelindung diri dan ventilasi yang memadai.
—
