Dimethyl Oxalate dari TCI adalah dimetil ester dari asam oksalat, ester oksalat yang paling sederhana. Senyawa ini berbentuk padatan kristalin pada suhu ruang. Di laboratorium, dimetil oksalat berperan sebagai building block dua karbon yang membawa dua gugus ester metil. Bahan ini dipakai untuk kondensasi, pembentukan oksamida, dan sintesis berbagai senyawa antara. Dimetil oksalat juga banyak dikaji dalam riset katalisis karena menjadi senyawa antara penting dalam rute pembuatan etilena glikol dan metil glikolat dari gas sintesis.
Dimetil oksalat dipilih karena gugus metil esternya kecil dan sangat reaktif terhadap nukleofil, sehingga reaksi aminolisis dan kondensasi berlangsung efisien. Sebagai padatan kristalin, bahan ini lebih mudah ditimbang dengan akurat dibanding banyak ester cair. Bahan ini juga dapat dimurnikan lebih lanjut dengan rekristalisasi bila perlu. Karena tidak punya hidrogen alfa, dimetil oksalat berfungsi sebagai akseptor yang bersih dalam kondensasi Claisen silang. Hasil samping metanolnya pun mudah diuapkan saat pengolahan reaksi.
Di Indonesia, bahan ini relevan bagi laboratorium teknik kimia dan katalisis yang meneliti konversi gas sintesis, hidrogenasi ester, dan proses kimia hijau. Laboratorium sintesis organik di universitas dan industri juga memakainya sebagai alternatif dietil oksalat bila diinginkan ester metil. Kemasan 25g sesuai untuk pengujian katalis skala laboratorium dan sintesis eksploratif. Kemasan 500g mendukung rangkaian eksperimen reaktor berulang atau pemakaian rutin di laboratorium riset.
- Riset hidrogenasi katalitik: dimetil oksalat adalah substrat model untuk hidrogenasi menjadi metil glikolat dan etilena glikol, sehingga penting dalam pengembangan katalis tembaga dan logam lain.
- Kondensasi Claisen silang: ketiadaan hidrogen alfa membuatnya menjadi akseptor ester yang efisien untuk membentuk ester α-keto metil sebagai senyawa antara sintesis heterosiklik.
- Sintesis oksamida dan hidrazida: reaksi cepat dengan amina atau hidrazin menghasilkan oksamida dan oksalil hidrazida yang berguna sebagai ligan dan prekursor material.
- Pembentukan heterosiklik nitrogen: kondensasi dengan o-fenilendiamina atau diamina lain membangun kerangka kuinoksalindion dan cincin sejenis untuk riset kimia medisinal dan material.
- Studi kimia hijau dan transesterifikasi: dimetil oksalat dapat dipakai untuk mempelajari reaksi transesterifikasi dengan alkohol lain serta penggunaannya sebagai bahan antara karbon dari sumber C1.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 553-90-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan, sesuai label dan SDS |
Simpan Dimethyl Oxalate dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas, oksidator kuat, asam, dan basa. Kelembapan dapat menghidrolisis ester ini menjadi asam oksalat dan metanol, jadi batasi paparan udara lembap. Timbang di area berventilasi atau lemari asam, hindari menghirup debu, dan cegah kontak dengan kulit dan mata. Gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, dan baca SDS sebelum digunakan.
- Guo dkk. (2012). Ethanol Synthesis from Dimethyl Oxalate Hydrogenation on Cu/SiO<sub>2</sub> Catalyst. Advanced Materials Research doi:10.4028/www.scientific.net/amr.550-553.175
- LUN dkk. (2024). A DFT study on the formation mechanism of side product 1,2-propanediol in the hydrogenation of dimethyl oxalate over copper catalyst. Journal of Fuel Chemistry and Technology doi:10.1016/s1872-5813(23)60399-8
- Huang dkk. (2025). Dimethyl Oxalate Exposure Induced Oxalate Nephropathy: A Trigger for Acute Kidney Injury. Indian Journal of Nephrology doi:10.25259/ijn_816_2024
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
