Beta-Estradiol adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kelompok estrogen, yaitu hormon steroid yang berperan penting dalam regulasi fungsi reproduksi dan perkembangan organisme. Dalam konteks laboratorium, beta-Estradiol digunakan sebagai bahan baku untuk penelitian terkait endokrinologi, obat-obatan, dan model penyakit terkait hormon. Senyawa ini sering digunakan dalam pengembangan obat, analisis biokimia, serta studi tentang efek hormonal pada tubuh manusia dan hewan.
Beta-Estradiol memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol. Keberadaan senyawa ini dalam bentuk murni memungkinkan peneliti untuk mengontrol dosis secara akurat dalam eksperimen. Selain itu, beta-Estradiol memiliki tingkat kemurnian tinggi, sehingga cocok untuk aplikasi yang membutuhkan presisi dan keandalan hasil.
Di laboratorium di Indonesia, beta-Estradiol digunakan dalam berbagai penelitian kesehatan, termasuk studi tentang penyakit endokrin, pengembangan obat hormonal, dan pengujian efek samping senyawa aktif. Bahan ini juga sering ditemukan dalam penelitian terkait kanker payudara dan gangguan reproduksi.
- Penelitian tentang efek hormonal pada jaringan manusia
- Pengembangan obat untuk gangguan endokrin
- Studi klinis terkait penggunaan estrogen dalam terapi hormonal
- Pengujian kualitas bahan baku farmasi
- Penelitian tentang mekanisme penyakit kanker payudara
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 50-28-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat (bentuk serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Beta-Estradiol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di lingkungan yang sejuk dan kering untuk mencegah kontaminasi dan penguraian. Hindari paparan langsung sinar matahari atau kelembapan berlebihan. Dalam penggunaan, pastikan wadah tetap tertutup untuk menjaga kestabilan senyawa. Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini untuk menjaga keselamatan dan kesehatan laboratorium.
- WUEST dkk. (1997). ChemInform Abstract: Synthesis of 17α‐Substituted Mercaptoalkynyl Derivatives of 3,17. beta.‐Estradiol.. ChemInform doi:10.1002/chin.199733256
- Badawi dkk. (2001). Role of human cytochrome P450 1A1, 1A2, 1B1, and 3A4 in the 2-, 4-, and 16[alpha ]-hydroxylation of 17[beta ]-estradiol. Metabolism doi:10.1053/meta.2001.25592
- Thomas dkk. (1993). Inaccurate measurement of 17 beta-estradiol in serum of female volunteers after oral administration of milligram amounts of micronized 17 beta-estradiol. Clinical Chemistry doi:10.1093/clinchem/39.11.2341
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
