Estriol adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kelompok estrogen, yaitu hormon steroid yang berperan penting dalam regulasi fungsi reproduksi dan perkembangan organ di tubuh manusia. Dalam konteks laboratorium, estriol digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai eksperimen farmakologis dan biokimia, terutama dalam penelitian terkait efek estrogen pada jaringan biologis. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian tentang hormon reproduksi, terapi hormonal, serta studi kanker payudara. Estriol juga digunakan dalam pengujian in vitro untuk mengevaluasi respons sel terhadap stimulus hormonal.
Estriol memiliki sifat kimia yang stabil dan mudah larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton. Karena sifat ini, estriol dapat digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan proses sintesis molekul kompleks. Selain itu, estriol memiliki tingkat keamanan relatif tinggi dalam penggunaan laboratorium, asalkan dihandle dengan hati-hati. Ketersediaan dalam bentuk padat dan kemampuannya untuk disimpan dalam kondisi tertentu membuat estriol menjadi pilihan yang praktis untuk peneliti.
Di laboratorium Indonesia, estriol sering digunakan dalam penelitian terapan medis dan farmasi. Bahan ini menjadi bagian dari eksperimen yang melibatkan analisis hormon, pengujian efek farmakologis, serta pengembangan produk farmasi. Estriol juga digunakan dalam penelitian tentang pengaruh hormonal terhadap perkembangan sel dan jaringan, yang relevan dengan kebutuhan penelitian lokal dalam bidang kesehatan dan biomedis.
- Estriol digunakan dalam penelitian hormon reproduksi untuk memahami mekanisme kerja estrogen pada tubuh manusia.
- Bahan ini cocok untuk uji aktivitas biologis dalam pengembangan obat hormonal dan terapi kanker.
- Estriol sering dimanfaatkan dalam analisis kuantitatif hormon dalam sampel biologis seperti darah dan urin.
- Bahan ini digunakan dalam sintesis senyawa kimia kompleks yang memiliki aktivitas farmakologis.
- Estriol menjadi alat penting dalam penelitian tentang efek hormonal pada perkembangan sel dan jaringan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 50-27-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Pharmaceutical Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 100mg, 1g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Estriol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena estriol dapat menyebabkan iritasi pada kulit atau mata. Selain itu, hindari kontak langsung dengan kulit dan jangan menghirup partikel estriol yang terlepas. Penyimpanan yang tepat memastikan bahwa estriol tetap stabil dan aman untuk digunakan dalam eksperimen laboratorium.
- (2020). Access Unconjugated Estriol Assay. Biomedical Safety & Standards doi:10.1097/01.bmsas.0000723444.62100.86
- Miyakawa dkk. (2010). Determination of Estriol Levels in the Urine of Pregnant Women with Estrotec Kit and its Clinical Application. The Journal of The Asian federation of Obstetrics and Gynaecology doi:10.1111/j.1447-0756.1976.tb00338.x
- Yinqiu dkk. (1993). The synthesis of estriol 16- and 17-monoglucuronide from estriol. Steroids doi:10.1016/0039-128x(93)90001-4
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
