TCI E0121 Potassium 2-Ethylhexanoate adalah garam kalium dari asam 2-etilheksanoat, yaitu karboksilat logam alkali yang menggabungkan kation kalium dengan anion karboksilat bercabang. Kombinasi ini menghasilkan bahan basa lemah yang jauh lebih larut dalam medium organik dibanding garam kalium anorganik biasa. Di laboratorium, peranan utamanya adalah sebagai katalis, khususnya katalis trimerisasi isosianat pada penelitian busa poliisosianurat dan poliuretan, serta sebagai sumber kalium yang kompatibel dengan sistem reaksi bebas air.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah kebasaan anion karboksilat yang moderat dan terkendali, sehingga mampu memicu reaksi katalitik tanpa keagresifan hidroksida kalium. Ekor 2-etilheksanoat yang bercabang membuat garam ini dapat didispersikan atau dilarutkan dalam poliol dan pelarut organik, sehingga katalis tersebar merata di dalam campuran reaksi. Dalam kimia koordinasi dan sintesis material, anion karboksilat juga berperan sebagai ligan penjembatan serta sebagai penyedia kalium pada pembuatan prekursor oksida logam melalui rute dekomposisi termal terkendali.
Di Indonesia, bahan ini terutama dipakai laboratorium riset dan pengembangan produk poliuretan serta bahan insulasi, di samping kelompok riset katalisis dan material di perguruan tinggi. Kemasan 25 g cocok untuk percobaan penjajakan kadar katalis, sedangkan 500 g mendukung pengujian formulasi berulang. Karena garam karboksilat logam alkali mudah menyerap uap air, kondisi udara lembap di Indonesia menuntut disiplin penyimpanan yang lebih ketat.
- Katalis trimerisasi isosianat pada riset busa poliisosianurat, karena kebasaan karboksilat kalium efektif memicu pembentukan cincin isosianurat yang tahan panas.
- Katalis pembantu formulasi poliuretan, sebab kelarutannya dalam poliol memastikan katalis tersebar merata sehingga reaksi pembentukan busa berjalan lebih seragam.
- Sumber kalium untuk sistem reaksi organik bebas air, dipakai ketika garam kalium anorganik tidak dapat larut dalam medium pelarut yang digunakan.
- Prekursor pembuatan oksida dan material mengandung kalium, karena anion karboksilatnya terdekomposisi terkendali pada pemanasan dan meninggalkan residu logam yang bersih.
- Basa lemah larut organik pada sintesis, dipilih ketika reaksi memerlukan penangkap proton lembut tanpa risiko hidrolisis akibat basa hidroksida kuat.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 3164-85-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 500 g |
| Bentuk fisik | dikemas berdasarkan bobot; rincian bentuk dan sifat fisik mengacu pada lembar data resmi TCI |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, terlindung dari kelembapan |
Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber kelembapan. Garam karboksilat logam alkali cenderung menyerap air dari udara sehingga wadah harus ditutup segera setelah penimbangan; untuk pekerjaan yang sensitif, gunakan desikator atau lingkungan bebas air. Bahan ini bersifat basa dan dapat mengiritasi kulit, mata, serta saluran pernapasan, karenanya gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, masker debu bila perlu, dan jas laboratorium. Pisahkan dari asam kuat dan isosianat, lalu bersihkan neraca serta area kerja setelah selesai.
—
