Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 149-57-5

2-Ethylhexanoic Acid TCI E0120

2-Ethylhexanoic Acid TCI E0120
Harga reguler Rp 532.350,00
Harga reguler Harga obral Rp 532.350,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI E0120 2-Ethylhexanoic Acid adalah asam karboksilat bercabang berantai delapan karbon dengan gugus etil pada atom karbon alfa. Struktur bercabang di dekat gugus karboksil inilah yang membedakannya dari asam lemak linier dan menjadikannya salah satu asam organik paling banyak dipakai di laboratorium bahan. Peranan utamanya adalah sebagai prekursor garam dan sabun logam, yaitu karboksilat logam yang berfungsi sebagai katalis, pengering pelapis, penstabil polimer, dan prekursor larutan untuk pembuatan oksida logam.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah kemampuan gugus karboksilnya membentuk kompleks stabil dengan berbagai ion logam sekaligus memberikan ekor hidrokarbon bercabang yang membuat garam logam tersebut larut dalam pelarut organik. Inilah alasan karboksilat logam berbasis 2-etilheksanoat dapat dipakai pada sistem nonair, tidak seperti garam asetat atau nitrat yang umumnya hanya larut dalam air. Percabangan alfa juga memberi hambatan sterik yang menekan kecenderungan garamnya mengkristal, sehingga hasilnya berupa larutan atau cairan kental yang mudah ditakar dan dicampur.

Laboratorium di Indonesia memakai bahan ini pada riset katalisis, sintesis nanopartikel dan film oksida logam melalui rute prekursor organik, serta pada laboratorium pelapis dan tinta yang mengembangkan sistem pengering. Kemasan 25 mL memadai untuk penyiapan prekursor skala kecil dan percobaan penjajakan, sedangkan 500 mL mendukung laboratorium yang rutin membuat larutan karboksilat logam dalam jumlah lebih besar untuk pengujian berulang.

  • Prekursor sintesis karboksilat logam, karena ekor bercabangnya membuat garam logam yang terbentuk larut baik dalam pelarut organik nonpolar maupun semipolar.
  • Pembuatan larutan prekursor oksida logam, sebab senyawa 2-etilheksanoat mudah terdekomposisi terkendali pada pemanasan menghasilkan lapisan atau partikel oksida yang seragam.
  • Sistem katalis pengering pelapis, karena garam logamnya mempercepat pengeringan oksidatif resin alkid pada pengujian formulasi cat skala laboratorium.
  • Penelitian penstabil polimer, terutama pada kajian penstabil termal untuk polivinil klorida yang memakai karboksilat logam sebagai komponen aktif.
  • Reagen sintesis organik pembentuk ester dan amida bercabang, dipilih ketika peneliti memerlukan gugus asil berhalangan sterik untuk mengatur selektivitas reaksi.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 149-57-5
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 mL dan 500 mL
Bentuk fisik cairan (dikemas berdasarkan volume)
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan berventilasi dalam wadah tertutup rapat yang tahan asam

Simpan pada rak bahan asam organik yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, dalam wadah kaca atau wadah tahan asam yang tertutup rapat. Pisahkan dari basa kuat, oksidator kuat, dan bahan yang bereaksi dengan asam karena dapat memicu reaksi eksotermik. Senyawa ini bersifat korosif terhadap kulit dan mata sehingga penuangan wajib dilakukan di dalam lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pelindung penuh atau pelindung wajah, dan jas laboratorium. Sediakan bahan penetral serta penyerap tumpahan di dekat area kerja, dan hindari menghirup uapnya secara langsung.

  • Pennanen dkk. (1991). Distribution of 2‐Ethylhexanoic Acid in Mice and Rats after an Intraperitoneal Injection. Pharmacology & Toxicology doi:10.1111/j.1600-0773.1991.tb01208.x
  • Kim dkk. (2015). Explosion Risk of 2-Ethylhexanoic Acid. Fire Science and Engineering doi:10.7731/kifse.2015.29.6.020
  • Wisniak dkk. (2020). Comment on “Isobaric Vapor + Liquid Equilibrium Measurements and Calculations for Using Nontraditional Models for the Association Systems of Ethyl Acetate + 2-Ethylhexanoic Acid and Propyl Acetate + 2-Ethylhexanoic Acid at Atmospheric Pressure”. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/acs.jced.0c00661

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.