2-Hexyldecanoic Acid adalah senyawa kimia organik yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan sintesis molekul kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan dasar atau building block untuk pembuatan senyawa lain yang memiliki struktur kompleks. Dalam konteks laboratorium, senyawa ini memiliki peran penting dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa dengan rantai karbon panjang.
Senyawa ini memiliki struktur molekul yang stabil dan reaktivitas yang cukup baik, sehingga memungkinkan reaksi kimia yang beragam. Sifat kimia dan fisika dari 2-Hexyldecanoic Acid membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk berbagai eksperimen. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, senyawa ini juga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Di laboratorium Indonesia, 2-Hexyldecanoic Acid digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan material. Bahan ini sering diaplikasikan dalam penelitian yang memerlukan senyawa dengan rantai karbon panjang, seperti dalam pembuatan obat atau bahan kimia industri. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya mudah diakses oleh peneliti dan praktisi kimia di Indonesia.
- Dalam sintesis senyawa dengan rantai karbon panjang, senyawa ini menjadi bahan dasar yang sangat penting.
- Digunakan dalam reaksi esterifikasi untuk pembuatan senyawa ester yang memiliki sifat tertentu.
- Cocok untuk penelitian dalam bidang farmasi, terutama dalam pengembangan senyawa obat baru.
- Bermanfaat dalam eksperimen kimia organik yang memerlukan struktur molekul kompleks.
- Dapat diaplikasikan dalam pembuatan bahan kimia industri seperti pelarut atau bahan tambahan makanan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 25354-97-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 100mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2-Hexyldecanoic Acid harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat untuk mencegah penguapan dan kontaminasi. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Gunakan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap bahan kimia untuk menghindari reaksi kimia yang tidak diinginkan. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini untuk memastikan keselamatan dan kesehatan di laboratorium.
- Kimura dkk. (1999). Contact dermatitis due to 2‐hexyldecanoic acid (isopalmitate) in a lipstick. Contact Dermatitis doi:10.1111/j.1600-0536.1999.tb06235.x
- Wen dkk. (2026). Efficient separation of yttrium(III) from high-grade yttrium concentrate by solvent extraction with 2-hexyldecanoic acid. Hydrometallurgy doi:10.1016/j.hydromet.2026.106660
- Im dkk. (2025). Suppressed surface defect via ligand engineering with 2-hexyldecanoic acid for high luminescence and stable CsPb 1− x Ni x Br 3 perovskite quantum dots. CrystEngComm doi:10.1039/d5ce00063g
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
