2,2-Dimethylhexanoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam pembentukan ester, amida, atau senyawa dengan struktur rantai cabang. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun (building block) yang sangat penting untuk menghasilkan senyawa dengan struktur tertentu, baik untuk keperluan penelitian maupun pengembangan produk kimia.
Senyawa ini memiliki struktur molekul yang stabil dan reaktivitas yang cukup baik, sehingga mudah bereaksi dengan berbagai reaktan lainnya. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa dengan rantai karbon yang kompleks. Karena sifatnya yang tidak mengandung heterosiklik, senyawa ini cocok untuk aplikasi yang membutuhkan kejernihan struktur kimia.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, baik di universitas maupun lembaga riset. Karena keberadaannya yang terjangkau dan ketersediaan yang relatif mudah, senyawa ini menjadi pilihan utama para peneliti yang membutuhkan bahan dasar dengan struktur tertentu untuk eksperimen mereka.
- Sintesis senyawa organik dengan struktur rantai cabang untuk penelitian kimia
- Pembuatan ester dan amida dalam reaksi kimia organik
- Pengembangan bahan kimia untuk industri farmasi dan kosmetik
- Uji reaktivitas senyawa dalam reaksi substitusi dan oksidasi
- Penelitian tentang sifat fisika dan kimia senyawa dengan struktur tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 813-72-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat (kristal atau serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan udara dan sinar matahari langsung. Karena sifatnya yang kimia, wadah harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap reaksi kimia, seperti plastik atau gelas tahan korosi. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
- Spengler dkk. (2013). Synthesis of All the Diastereomers of 2‐Amino‐3‐hydroxy‐4,5‐dimethylhexanoic Acid. European Journal of Organic Chemistry doi:10.1002/ejoc.201301257
- BROUILETTE dkk. (1993). ChemInform Abstract: Preparation of the Racemate and Enantiomers of 3‐Hydroxy‐5,5‐ dimethylhexanoic Acid.. ChemInform doi:10.1002/chin.199348109
- Saeed dkk. (1994). 3-Amino-5,5-dimethylhexanoic Acid. Synthesis, Resolution, and Effects on Carnitine Acyltransferases. Journal of Medicinal Chemistry doi:10.1021/jm00046a008
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
