Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 123-05-7

2-Ethylhexanal TCI E0125

2-Ethylhexanal TCI E0125
Harga reguler Rp 562.800,00
Harga reguler Harga obral Rp 562.800,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2-Ethylhexanal dengan nomor CAS 123-05-7 adalah senyawa aldehida alifatik bercabang yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku antara (intermediate) dalam sintesis organik. Gugus karbonil aldehida pada ujung rantai membuat senyawa ini menjadi titik awal yang sangat fleksibel untuk berbagai transformasi kimia, mulai dari oksidasi, reduksi, kondensasi, hingga pembentukan ikatan karbon-karbon baru. Di laboratorium penelitian, bahan ini kerap dipilih ketika peneliti membutuhkan kerangka karbon bercabang yang sudah membawa gugus fungsi reaktif, sehingga jalur sintesis dapat dipersingkat tanpa harus membangun percabangan rantai dari awal.

Karakteristik yang membuat 2-Ethylhexanal banyak dipilih adalah kombinasi antara reaktivitas gugus aldehida yang tinggi dan adanya percabangan etil pada posisi alfa. Percabangan ini memberikan halangan sterik yang khas, sehingga produk turunannya sering memiliki kelarutan, viskositas, dan sifat permukaan yang berbeda dibanding turunan rantai lurus. Sifat tersebut sangat berguna dalam pengembangan bahan pelunak, pelumas sintetik, maupun surfaktan. Selain itu, atom hidrogen alfa yang masih tersedia memungkinkan reaksi kondensasi aldol berlangsung terkendali, sehingga senyawa ini menjadi model yang baik untuk mempelajari selektivitas reaksi dalam skala laboratorium.

Di laboratorium Indonesia, 2-Ethylhexanal umumnya digunakan pada kelompok riset kimia organik perguruan tinggi, laboratorium pengembangan produk industri kimia, serta unit penelitian material dan pelapis. Iklim tropis yang panas dan lembap menuntut perhatian ekstra pada penyimpanan, karena aldehida cenderung teroksidasi bila terpapar udara terbuka dalam waktu lama. Ketersediaan kemasan kecil 25mL memudahkan laboratorium akademik yang hanya memerlukan jumlah terbatas untuk percobaan, sementara kemasan 500mL lebih sesuai bagi laboratorium yang menjalankan sintesis berulang atau optimasi proses.

  • Sintesis kondensasi aldol, karena gugus aldehida dan hidrogen alfa yang tersedia memungkinkan pembentukan ikatan karbon-karbon baru secara terkendali dalam percobaan skala laboratorium.
  • Bahan awal pembuatan asam karboksilat bercabang melalui reaksi oksidasi, sehingga peneliti memperoleh kerangka karbon bercabang tanpa perlu membangun percabangan tersebut dari awal.
  • Reaksi aminasi reduktif untuk membentuk amina sekunder maupun tersier, karena aldehida bereaksi cepat dengan amina membentuk imina yang mudah direduksi lebih lanjut.
  • Pengembangan bahan pelunak dan pelumas sintetik pada riset material, sebab turunan bercabangnya cenderung memberikan viskositas dan sifat aliran yang berbeda dari turunan rantai lurus.
  • Bahan pembanding dan substrat model dalam studi mekanisme reaksi karbonil, karena strukturnya sederhana namun tetap membawa efek sterik yang menarik untuk diamati.

Merek TCI
Nomor CAS 123-05-7
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25mL dan 500mL
Bentuk fisik cairan pada suhu ruang
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, terlindung dari cahaya dan udara terbuka

Simpan 2-Ethylhexanal dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, diletakkan di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, dan jauh dari sumber panas maupun api terbuka. Sebagai senyawa aldehida, bahan ini rentan terhadap oksidasi oleh udara, sehingga botol sebaiknya tidak dibiarkan terbuka lebih lama dari yang diperlukan; penggunaan gas inert saat pengambilan sangat dianjurkan untuk pemakaian jangka panjang. Lakukan seluruh penanganan di dalam lemari asam dengan mengenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Hindari kontak dengan kulit dan mata, serta jauhkan dari bahan pengoksidasi kuat. Bersihkan tumpahan segera dengan bahan penyerap inert dan buang limbah sesuai prosedur pengelolaan limbah kimia laboratorium.

  • Api dkk. (2022). RIFM fragrance ingredient safety assessment, 2-ethylhexanal, CAS Registry Number 123-05-7. Food and Chemical Toxicology doi:10.1016/j.fct.2022.113058
  • Seki dkk. (2007). ChemInform Abstract: Continuous Catalytic “One‐Pot” Multistep Synthesis of 2‐Ethylhexanal from Crotonaldehyde.. ChemInform doi:10.1002/chin.200802050
  • Ko (1999). Efficient direct synthesis of 2-ethylhexanal from n-butyraldehyde and hydrogen using palladium modified base catalysts. Applied Catalysis A: General doi:10.1016/s0926-860x(99)00108-8

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.