2-Ethoxybenzamide adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini sering ditemukan dalam proses pembuatan senyawa kompleks dengan struktur aromatik dan gugus amida. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku yang penting untuk pengembangan senyawa baru, terutama dalam bidang farmasi dan kimia organik. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 2-Ethoxybenzamide menjadi pilihan utama dalam berbagai reaksi substitusi dan pembentukan ikatan baru.
Senyawa ini memiliki struktur molekul yang jelas dan sifat kimia yang dapat diprediksi, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan reaksi kimia. Sifatnya yang tidak mudah terurai dalam kondisi biasa membuatnya cocok untuk digunakan dalam berbagai kondisi laboratorium. Selain itu, senyawa ini memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan dalam proses pencampuran dan pemisahan.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, 2-Ethoxybenzamide digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama di institusi pendidikan dan lembaga penelitian. Bahan ini sering dipakai dalam proyek penelitian yang berkaitan dengan sintesis senyawa baru, pengembangan obat, dan studi struktur molekul. Ketersediaannya dan keandalan sifatnya menjadikannya bahan yang sangat diminati di berbagai laboratorium di Indonesia.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks untuk pengembangan obat
- Reaksi substitusi pada gugus amida untuk pembentukan senyawa baru
- Studi struktur molekul dalam analisis kimia organik
- Pengujian reaktivitas senyawa dalam kondisi laboratorium
- Pembuatan bahan baku untuk senyawa farmakologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 938-73-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung |
2-Ethoxybenzamide harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini tidak beracun dalam kondisi normal, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam penggunaan, pastikan area kerja bersih dan gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Simpan di tempat yang sejuk dan kering untuk mempertahankan kualitas bahan selama periode penggunaan.
- Bocheńska dkk. (2013). USE OF TLC FOR THE QUANTITATIVE DETERMINATION OF ACETYLSALICYLIC ACID, CAFFEINE, AND ETHOXYBENZAMIDE IN COMBINED TABLETS. Journal of Liquid Chromatography & Related Technologies doi:10.1080/10826076.2013.790766
- Sato dkk. (2016). 2-Ethoxybenzamide stimulates melanin synthesis in B16F1 melanoma cells via the CREB signaling pathway. Molecular and Cellular Biochemistry doi:10.1007/s11010-016-2823-x
- Tseng dkk. (2020). Quantitative analysis of acetaminophen, ethoxybenzamide, piroxicam, hydrochlorothiazide, caffeine, chlorzoxazone and nicotinamide illegally adulterated in Chinese medicinal pills. Journal of Food and Drug Analysis doi:10.38212/2224-6614.2999
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.


