Ethyl 2-Ethyl-2-methylacetoacetate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini termasuk dalam kategori building blocks, yang merupakan komponen dasar dalam pembentukan molekul yang lebih besar. Senyawa ini sering digunakan dalam laboratorium kimia untuk reaksi substitusi dan reaksi pereduksian yang memerlukan struktur tertentu.
Ethyl 2-Ethyl-2-methylacetoacetate memiliki struktur molekul yang stabil dan reaktivitas yang cukup baik, sehingga cocok untuk berbagai jenis reaksi kimia. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik. Senyawa ini juga memiliki sifat non-polar yang memudahkan proses pelarutan dan reaksi dalam berbagai kondisi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik dan senyawa aromatik. Bahan ini juga sering ditemukan dalam penelitian farmakologi dan kimia makanan, karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi yang menghasilkan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu.
- Reaksi sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Pembuatan senyawa aromatik dalam penelitian kimia organik
- Pengujian aktivitas biologis senyawa kimia dalam laboratorium farmakologi
- Reaksi substitusi untuk pembentukan senyawa kompleks
- Penggunaan dalam reaksi pereduksian untuk sintesis senyawa tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 33697-53-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5mL, 25mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari sinar matahari dan panas berlebihan. Gunakan wadah berbahan plastik atau gelas yang tahan terhadap bahan kimia. Selama penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta pastikan area kerja ventilasi cukup baik untuk mencegah akumulasi uap.
—
