1-Ethynyl-2-methylbenzene adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan struktur aromatik dengan substitusi tertentu. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun (building block) yang memungkinkan peneliti menghasilkan senyawa dengan struktur spesifik yang diperlukan untuk berbagai aplikasi ilmiah.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang dapat dikontrol, sehingga memudahkan proses sintesis. Struktur aromatiknya memberikan kestabilan, sementara gugus etinil pada posisi tertentu memberikan kemungkinan reaksi yang beragam. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk penelitian dalam bidang organik dan farmakologi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian ilmiah yang memerlukan senyawa dengan struktur kompleks. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk pengembangan senyawa baru, termasuk dalam bidang farmakologi dan material kimia.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan substitusi aromatik
- Pengembangan senyawa farmakologis dengan struktur spesifik
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik dengan substitusi tertentu
- Pembuatan bahan kimia intermediet untuk produksi senyawa akhir
- Uji keterikatan dan reaktivitas senyawa dalam kondisi tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 766-47-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Karena bersifat kimia, wadah harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti gelas atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah risiko kebocoran atau kontaminasi.
—
