Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 349-43-9

Ethyl 2-Fluoropropionate TCI E0663

Ethyl 2-Fluoropropionate TCI E0663

Identitas Kimia

Nama lain
2-Fluoropropionic Acid Ethyl Ester
No. CAS
349-43-9
PubChem
CID 265947·SID 87577965
Rumus molekul
C5H9FO2
Berat molekul
120.12 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
ethyl 2-fluoropropanoate
SMILES
CCOC(=O)C(C)F
InChIKey
ODMITNOQNBVSQG-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL01320801
Harga reguler Rp 1.510.950,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.510.950,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Ethyl 2-Fluoropropionate dari TCI adalah ester alifatik pendek yang membawa satu atom fluor pada karbon alfa, tepat bersebelahan dengan gugus karbonil. Senyawa ini termasuk kelompok fluorinated building block, yaitu bahan awal yang khusus disediakan untuk memasukkan atom fluor ke dalam molekul target. Perannya di laboratorium adalah menyediakan unit 2-fluoropropionil atau fragmen alfa-fluoroester secara langsung, sehingga peneliti tidak perlu melakukan reaksi fluorinasi yang umumnya memerlukan reagen berbahaya, peralatan khusus, dan pengendalian kondisi yang jauh lebih ketat.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah pengaruh kuat atom fluor terhadap molekul di sekitarnya. Fluor sangat elektronegatif sehingga meningkatkan keasaman proton alfa, menurunkan kerapatan elektron pada karbonil, serta mengubah konformasi dan momen dipol molekul. Dalam konteks perancangan obat dan agrokimia, penyisipan fluor kerap memperbaiki kestabilan metabolik, mengatur keasaman, dan meningkatkan kemampuan menembus membran. Selain itu, gugus ester etil mudah dihidrolisis menjadi asam, diubah menjadi amida, direduksi menjadi alkohol, atau dipakai dalam kondensasi Claisen, sehingga satu reagen membuka banyak jalur transformasi lanjutan. Bentuknya yang cair memudahkan pengukuran volumetrik pada reaksi skala kecil.

Kelompok riset di Indonesia memanfaatkan bahan ini terutama pada penelitian kimia medisinal, pengembangan senyawa fluorinasi untuk agrokimia, dan sintesis blok bangunan khusus di laboratorium perguruan tinggi maupun lembaga penelitian. Ketersediaan kemasan 5 g dan 25 g memudahkan penyesuaian antara percobaan pendahuluan dan sintesis berulang. Karena reagen berfluor sering sulit diperoleh cepat, banyak laboratorium menyimpannya sebagai stok terjadwal dengan pencatatan pemakaian yang rapi.

Brosur TCI (PDF)

  • Pemasangan unit alfa-fluoroester pada molekul target, karena reagen ini menyediakan atom fluor secara langsung tanpa memerlukan tahap fluorinasi yang berisiko dan sulit dikendalikan.
  • Sintesis kandidat obat berfluor, sebab kehadiran fluor pada posisi alfa dapat memperbaiki kestabilan metabolik serta mengatur keasaman dan sifat lipofilik senyawa.
  • Pembuatan senyawa antara agrokimia, karena banyak bahan aktif modern memanfaatkan motif fluor untuk meningkatkan daya kerja dan ketahanan terhadap penguraian di lapangan.
  • Reaksi kondensasi tipe Claisen dan alkilasi enolat, mengingat proton alfa yang bersebelahan dengan fluor lebih asam sehingga enolatnya relatif mudah dibentuk.
  • Bahan awal sintesis asam 2-fluoropropionat dan amida turunannya, sebab gugus ester etil dapat dihidrolisis atau diaminolisis pada kondisi yang sederhana.

Merek TCI
Nomor CAS 349-43-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik cairan
Penyimpanan simpan sejuk, kering, jauh dari sumber api, dalam wadah tertutup rapat

Simpan dalam wadah kaca tertutup rapat di lemari bahan mudah terbakar yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber api, percikan listrik, dan sinar matahari langsung. Hindari kontak dengan air, basa kuat, dan asam kuat karena ester dapat terhidrolisis dan melepaskan asam berfluor. Tangani di dalam lemari asam menggunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium; uapnya dapat mengiritasi mata serta saluran pernapasan. Tutup rapat wadah segera setelah dipakai, kelola tumpahan dengan penyerap inert, dan buang sisa sebagai limbah organik berfluor.

—