Enrofloxacin adalah antibiotik fluoroquinolone yang digunakan dalam berbagai eksperimen biokimia dan penelitian mikrobiologi. Bahan ini memiliki aktivitas antimikroba yang kuat terhadap bakteri gram negatif, seperti *E. coli* dan *Pseudomonas aeruginosa*. Dalam laboratorium, enrofloxacin sering digunakan untuk mengisolasi dan mengontrol pertumbuhan bakteri dalam media kultur, serta dalam pengujian sensitivitas antibiotik.
Enrofloxacin memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat disimpan dalam kondisi tertentu tanpa kehilangan aktivitasnya. Bahan ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan dimetil sulfoxide (DMSO), sehingga memudahkan proses penggunaannya dalam eksperimen biokimia. Karena sifatnya yang kuat dan spesifik, enrofloxacin dipilih untuk aplikasi yang membutuhkan efektivitas tinggi dalam pengendalian mikroba.
Di laboratorium Indonesia, enrofloxacin digunakan dalam penelitian kesehatan masyarakat, farmasi, dan mikrobiologi. Bahan ini sangat relevan untuk studi tentang resistensi antibiotik dan pengembangan metode pengendalian infeksi. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk melakukan eksperimen yang berkualitas tinggi tanpa harus mengimpor bahan dari luar negeri.
- Pengujian sensitivitas bakteri terhadap antibiotik dalam penelitian mikrobiologi
- Pembuatan media kultur untuk isolasi dan pertumbuhan bakteri gram negatif
- Pengembangan metode pengendalian infeksi di laboratorium kesehatan masyarakat
- Penelitian tentang mekanisme resistensi antibiotik dalam bidang farmasi
- Eksperimen biokimia untuk studi aktivitas antimikroba bahan kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 93106-60-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Enrofloxacin harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, di tempat sejuk dan kering. Hindari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan berlebihan untuk menjaga kualitas bahan. Saat mengambil atau menggunakan, pastikan tangan bersih dan gunakan alat pelindung seperti sarung tangan dan masker. Bahan ini tidak boleh dicampur dengan bahan kimia lain yang tidak kompatibel untuk mencegah reaksi kimia yang tidak diinginkan.
- Widiastuti (2014). Enrofloxacin and ciprofloxacin residues in broiler chicken post administration of enrofloxacin. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner doi:10.14334/jitv.v13i2.608
- (2017). DETECTION OF TILMICOSIN AND ENROFLOXACIN RESIDUES IN BROILER CHICKEN LIVER AND MEAT SOLED IN MARKETS AT BENHA CITY. Assiut Veterinary Medical Journal doi:10.21608/avmj.2017.169637
- Pomorska-Mól dkk. (2016). Enrofloxacin decreases IL-6 and TNF-α production by lipopolysaccharide-stimulated porcine peripheral blood mononuclear cells. Journal of Veterinary Research doi:10.1515/jvetres-2016-0028
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

