Marbofloxacin adalah senyawa antibiotik yang digunakan dalam berbagai eksperimen biokimia dan penelitian mikrobiologi. Sebagai salah satu anggota keluarga fluoroquinolone, senyawa ini bekerja dengan menghambat enzim topoisomerase II, yang berperan penting dalam replikasi DNA bakteri. Dalam laboratorium, Marbofloxacin sering digunakan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri patogenik, serta dalam uji sensitivitas antibiotik. Bahan ini juga menjadi alat penting dalam penelitian tentang efektivitas dan mekanisme kerja antibiotik.
Marbofloxacin memiliki sifat kimia yang stabil dan daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan dalam proses pemisahan dan analisis. Karena kemurniannya tinggi dan konsistensi kualitas, bahan ini sangat diminati oleh para peneliti. Selain itu, senyawa ini memiliki spektrum aktivitas yang luas terhadap berbagai jenis bakteri, menjadikannya pilihan yang efektif untuk berbagai aplikasi laboratorium.
Dalam konteks pemakaian di laboratorium Indonesia, Marbofloxacin sering digunakan dalam penelitian kesehatan masyarakat, farmakologi, dan mikrobiologi. Bahan ini juga menjadi bagian dari pengujian laboratorium untuk memastikan keamanan dan efektivitas produk farmasi. Ketersediaan dan kualitasnya yang baik menjadikannya pilihan utama di berbagai institusi riset di Indonesia.
- Uji sensitivitas bakteri untuk menentukan efektivitas antibiotik dalam pengobatan infeksi.
- Penelitian tentang mekanisme kerja fluoroquinolone dalam menghambat pertumbuhan bakteri.
- Analisis kadar antibiotik dalam sampel biologis untuk studi farmakokinetik.
- Pengujian isolasi bakteri patogenik dari sampel lingkungan atau medis.
- Pengembangan produk farmasi baru dengan memperhatikan efektivitas dan keamanan antibiotik.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 115550-35-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari cahaya langsung. |
Marbofloxacin harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga stabilitas kimianya. Simpan di suhu kamar dan hindari paparan udara bebas. Dalam penggunaan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Selalu pastikan bahwa area penyimpanan dan penggunaan bahan ini terpisah dari bahan kimia lain yang tidak kompatibel untuk mencegah risiko reaksi kimia.
- Hendawy dkk. (2022). Voltammetric Determination of Marbofloxacin at Carbon Paste Sensor Integrated with Copper Oxide Nanoparticles. Electroanalysis doi:10.1002/elan.202200402
- Errecalde (2021). Disposition and Residues of Marbofloxacin in Eggs of Laying Hens. Advances in Pharmacology & Clinical Trials doi:10.23880/apct-16000185
- Veres dkk. (2026). Combined Marbofloxacin-Geraniol-Tris-EDTA Exposure Delays Marbofloxacin Resistance Escalation in Pseudomonas aeruginosa While Early Genomic Changes Remain Limited. Antibiotics doi:10.3390/antibiotics15080754
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
