TCI E0792 3-Ethyl-2-hydroxy-2-cyclopenten-1-one dengan nomor CAS 21835-01-8 adalah senyawa siklopentenon terhidroksilasi yang lebih dikenal di kalangan peneliti perisa sebagai turunan siklotena bergugus etil. Struktur enol yang berdampingan dengan gugus keton pada cincin lima anggota memberi molekul ini karakter kimia yang khas sekaligus aroma manis menyerupai karamel dan gula bakar. Di laboratorium, senyawa ini dipakai baik sebagai *building block* sintesis organik maupun sebagai bahan acuan dalam penelitian senyawa aroma hasil reaksi Maillard pada bahan pangan yang dipanaskan.
Keistimewaannya terletak pada motif enol-diketon yang membuat gugus hidroksilnya jauh lebih asam daripada alkohol biasa. Karena itu senyawa ini mudah membentuk garam, mudah membentuk kelat dengan ion logam, dan siap mengalami reaksi eterifikasi maupun asetilasi selektif pada posisi enol. Sistem karbonil terkonjugasi di dalam cincin juga membuka jalan bagi reaksi adisi, kondensasi, dan pembentukan turunan siklik lain. Sifat rangkap sebagai senyawa aroma dan senyawa antara reaktif inilah yang menjadikannya menarik untuk dua bidang penelitian sekaligus.
Di Indonesia, bahan ini banyak dipakai laboratorium teknologi pangan, laboratorium riset perisa, serta kelompok riset kimia bahan alam dan kimia organik. Kajian pembentukan aroma pada proses penyangraian kopi, kakao, gula kelapa, dan produk panganan tradisional membutuhkan bahan pembanding yang jelas identitasnya agar hasil kromatografi dapat ditafsirkan dengan yakin. Kemasan 5 g sesuai untuk penyiapan larutan induk analisis maupun percobaan sintesis skala kecil di laboratorium riset.
- Penelitian aroma reaksi Maillard: dipakai sebagai standar pembanding untuk menelusuri pembentukan senyawa karamel pada bahan pangan yang mengalami pemanasan.
- Analisis kromatografi senyawa volatil: berperan sebagai penanda identitas puncak pada profil aroma kopi, kakao, dan produk penyangraian lain.
- Formulasi perisa skala laboratorium: karakter aroma karamelnya dimanfaatkan untuk menyusun dan mengevaluasi campuran perisa dalam percobaan sensori terkendali.
- Sintesis senyawa antara siklopentenon: sistem karbonil terkonjugasi di dalam cincin memudahkan reaksi adisi dan kondensasi menuju turunan siklik yang lebih rumit.
- Kajian pembentukan kelat logam: motif enol yang bersifat asam mampu mengikat ion logam sehingga berguna dalam penelitian kompleks koordinasi sederhana.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 21835-01-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g |
| Bentuk fisik | padatan atau lelehan berwarna terang pada suhu kamar dengan aroma khas; keterangan resmi mengikuti label dan sertifikat analisis |
| Penyimpanan | simpan sejuk, kering, terlindung cahaya dan udara, dalam wadah tertutup rapat |
Simpan 3-Ethyl-2-hydroxy-2-cyclopenten-1-one dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, sebaiknya kaca gelap, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya. Karena bergugus enol yang mudah teroksidasi dan dapat berubah warna, penyimpanan dalam lemari pendingin bahan kimia serta pengurangan paparan udara sangat membantu menjaga mutunya. Aromanya kuat, sehingga penimbangan dan pemindahan sebaiknya dilakukan di lemari asam agar tidak mencemari ruang kerja maupun sampel aroma lain. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta ikuti lembar data keselamatan pabrikan sebelum bekerja.
—

