TCI E0799 Epinastine Hydrochloride adalah bentuk garam hidroklorida dari epinastin, senyawa yang dikenal sebagai antagonis reseptor histamin H1 sekaligus penstabil sel mast. Dalam konteks laboratorium, senyawa ini disediakan sebagai reagen penelitian farmasi untuk keperluan eksperimen, bukan sebagai sediaan obat. Peneliti memanfaatkannya untuk mempelajari jalur sinyal histamin, mengevaluasi respons alergi pada model sel maupun jaringan, serta sebagai senyawa pembanding ketika menguji kandidat antihistamin baru yang sedang dikembangkan di tahap praklinis.
Bentuk garam hidroklorida dipilih karena umumnya memberikan kelarutan dalam air dan stabilitas padatan yang lebih baik dibandingkan basa bebasnya, sehingga penimbangan, pembuatan larutan induk, dan penyimpanan menjadi lebih praktis serta lebih dapat diulang antar percobaan. Sifat farmakologisnya yang selektif terhadap reseptor H1 menjadikannya alat yang berguna untuk membedakan kontribusi jalur histaminergik dari jalur mediator lain pada percobaan yang melibatkan respons inflamasi. Selain itu, karena senyawa ini telah dipelajari secara luas dalam literatur, data pembandingnya relatif mudah ditemukan sehingga hasil eksperimen dapat ditempatkan dalam konteks yang jelas dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Laboratorium farmasi dan biomedis di Indonesia umumnya menggunakan reagen semacam ini pada penelitian farmakologi di fakultas farmasi dan kedokteran, pengembangan serta validasi metode analisis di laboratorium kendali mutu, dan penyusunan larutan standar untuk kromatografi cair kinerja tinggi. Kemasan 100 mg dan 1 g mengakomodasi pekerjaan analitik yang hanya menuntut jumlah miligram serta penelitian farmakologi berulang yang membutuhkan persediaan lebih besar dari satu lot yang konsisten.
Brosur TCI (PDF)
- Immune System, Inflammation, Allergy Research Reagents 2025-05-26 · hal. 4
- Immunology Research Reagents 2026-06-03 · hal. 6
- Pharmaceutical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-03-09 · hal. 35
- Penelitian farmakologi reseptor histamin: digunakan untuk menelaah peran reseptor H1 pada model sel maupun jaringan terisolasi dengan cara menghambat jalur histaminergik secara selektif.
- Senyawa pembanding antihistamin: berperan sebagai kontrol positif ketika menilai potensi kandidat antihistamin baru sehingga hasil pengujian memiliki acuan yang jelas dan terukur.
- Studi respons alergi dan inflamasi: membantu membedakan kontribusi histamin dari mediator inflamasi lain pada percobaan yang melibatkan degranulasi sel mast dan respons alergi.
- Pengembangan metode analisis: dipakai untuk menyusun larutan standar pada pengembangan dan validasi metode HPLC maupun spektrofotometri di laboratorium kendali mutu farmasi.
- Riset formulasi dan stabilitas: berguna sebagai bahan aktif model pada studi disolusi, kompatibilitas eksipien, dan stabilitas sediaan dalam penelitian teknologi farmasi skala laboratorium.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 108929-04-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Pharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use) |
| Ukuran kemasan | 100 mg dan 1 g |
| Bentuk fisik | padatan |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya; khusus untuk penggunaan eksperimen laboratorium |
Simpan dalam wadah asli tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, serta jauh dari kelembapan karena garam hidroklorida cenderung menarik uap air. Untuk pekerjaan berulang, siapkan larutan induk, bagi menjadi alikuot kecil, lalu simpan beku agar tidak terjadi siklus beku-cair yang dapat memengaruhi konsistensi hasil. Gunakan spatula kering dan bersih serta timbang pada neraca analitik di ruang berventilasi baik, dengan mengenakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan kacamata pengaman. Hindari menghirup debu halus saat penimbangan. Reagen ini ditujukan hanya untuk keperluan penelitian; sisa bahan dan limbah larutan dibuang melalui jalur limbah kimia laboratorium.
- Kazuma Sugahara (2014). The Effectiveness of Epinastine Hydrochloride for Pediatric Sleep- Disordered Breathing Related Symptoms Caused By Hyperesthetic Non- Infectious Rhinitis. Otolaryngology doi:10.4172/2161-119x.1000150
- Fraunfelder, F.W. (2004). Epinastine hydrochloride for atopic disease. Drugs of Today doi:10.1358/dot.2004.40.8.850470
- Epinastine Hydrochloride Dry Syrup (2004). Phase III Study on the Efficacy and Safety of Epinastine Hydrochloride Dry Syrup in Pediatric Patients with Atopic Dermatitis-Double-Blind Comparative Study of Epinastine Hyderochloride Dry Syrup with Ketotifen Fumarate Dry Syrup-. Nishi Nihon Hifuka doi:10.2336/nishinihonhifu.66.60
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Anti-allergic Ingredients (for Research and Experimental Use)
- Biochemicals and Reagents
- Cell BiologyImmune System, Inflammation, Allergy ResearchHistamine Receptor Antagonists
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Anti-allergic Ingredients (for Research and Experimental Use)

