Levocetirizine Dihydrochloride adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian farmakologi dan ilmu kesehatan. Bahan ini merupakan bentuk aktif dari cetirizine, yang merupakan antihistamin generasi kedua. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk menguji efek farmakologis dan mekanisme kerja obat pada berbagai model eksperimental. Sebagai bahan reagen, Levocetirizine Dihydrochloride memiliki sifat kimia stabil dan mudah dilarutkan dalam pelarut organik maupun air.
Levocetirizine Dihydrochloride memiliki karakteristik yang membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian farmakologis. Senyawa ini memiliki daya larut tinggi, memudahkan proses penggunaan dalam berbagai eksperimen. Selain itu, senyawa ini memiliki konsistensi dan kestabilan yang baik dalam kondisi penyimpanan normal, sehingga meminimalkan risiko degradasi selama penyimpanan dan penggunaan.
Di laboratorium Indonesia, Levocetirizine Dihydrochloride sering digunakan dalam penelitian terkait obat antihistamin, khususnya dalam bidang farmakologi dan farmasi. Bahan ini juga menjadi bagian dari eksperimen untuk mengembangkan obat baru atau memahami mekanisme respons tubuh terhadap histamin. Peneliti di berbagai institusi riset dan universitas menggunakan bahan ini untuk eksperimen yang relevan dengan kesehatan manusia.
- Penelitian tentang efek antihistamin pada model hewan untuk pengembangan obat
- Uji aktivitas farmakologis Levocetirizine dalam sistem farmakokinetik
- Pengembangan formulasi obat baru dengan bahan aktif Levocetirizine Dihydrochloride
- Eksperimen untuk memahami mekanisme penghambatan histamin dalam tubuh manusia
- Uji sensitivitas dan toleransi obat antihistamin pada berbagai kondisi klinis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 130018-87-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Pharmaceutical Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat dalam bentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
Levocetirizine Dihydrochloride harus disimpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu kamar dan terhindar dari kelembapan berlebihan. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dianggap sebagai bahan kimia yang harus dihandle dengan hati-hati sesuai protokol laboratorium.
- Vino (2012). Formulation and Evaluation of Chitosan Beads of Levocetirizine Dihydrochloride. Journal of Applied Pharmaceutical Science doi:10.7324/japs.2012.2839
- Abramovits dkk. (2008). Xyzal (levocetirizine dihydrochloride). SKINmed: Dermatology for the Clinician doi:10.1111/j.1751-7125.2008.08173.x
- Kränke dkk. (2005). Urticarial Reaction to the Antihistamine Levocetirizine Dihydrochloride. Dermatology doi:10.1159/000083795
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
