Eupatilin adalah senyawa flavonoid yang memiliki berbagai aktivitas biologis, termasuk antioksidan, anti-inflamasi, dan antitumor. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian bidang kehidupan ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang biofarmakologi dan biokimia. Eupatilin diperoleh dari sumber alami seperti tanaman tertentu, dan digunakan sebagai bahan baku untuk eksperimen ilmiah. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan aktif dalam pengujian efek biologis pada sel dan organisme.
Eupatilin memiliki struktur kimia yang stabil dan reaktivitas yang cukup baik, sehingga memungkinkan penggunaannya dalam berbagai metode analisis kimia dan biokimia. Senyawa ini juga memiliki sifat larut dalam pelarut organik tertentu, yang memudahkan proses isolasi dan pemrosesan. Karena sifat tersebut, Eupatilin menjadi pilihan yang tepat untuk penelitian yang memerlukan kejernihan dan presisi dalam penggunaan bahan aktif.
Di laboratorium Indonesia, Eupatilin digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, baik oleh institusi pendidikan tinggi maupun lembaga penelitian. Bahan ini sering dipakai dalam eksperimen yang berkaitan dengan efek senyawa alami terhadap aktivitas enzim, respons sel, dan mekanisme penyakit. Dengan ketersediaan yang cukup, Eupatilin menjadi salah satu bahan penting dalam bidang ilmu kehidupan di Indonesia.
- Eupatilin digunakan dalam penelitian antioksidan untuk mengevaluasi aktivitas radikal bebas pada berbagai model sel.
- Bahan ini cocok untuk studi aktivitas anti-inflamasi karena kemampuannya menghambat jalur inflamasi pada jaringan.
- Eupatilin menjadi bahan utama dalam uji efek antitumor terhadap sel kanker tertentu.
- Senyawa ini digunakan dalam analisis struktur kimia untuk identifikasi senyawa flavonoid dalam ekstrak tanaman.
- Eupatilin dipakai dalam penelitian pengembangan obat alami yang berbasis senyawa flavonoid.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 22368-21-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 10mg, 50mg |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Eupatilin harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, serta jauh dari paparan cahaya matahari langsung dan kelembapan tinggi. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Selama penggunaan, bahan ini harus ditangani dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Karena sifatnya yang kimia, Eupatilin harus dipisahkan dari bahan kimia lain yang bersifat reaktif atau korosif. Selalu pastikan wadah tertutup rapat setelah penggunaan untuk menjaga kualitas dan keamanan bahan.
- (2021). Eupatilin Inhibits the Proliferation and Migration of Prostate Cancer Cells through Modulation of PTEN and NF-κB Signaling. Anti-Cancer Agents in Medicinal Chemistry doi:10.2174/18755992mta5pmdmjy
- Serttas dkk. (2021). Eupatilin Inhibits the Proliferation and Migration of Prostate Cancer Cells through Modulation of PTEN and NF-κB Signaling. Anti-Cancer Agents in Medicinal Chemistry doi:10.2174/1871520620666200811113549
- Jegal dkk. (2016). Eupatilin induces Sestrin2-dependent autophagy to prevent oxidative stress. Apoptosis doi:10.1007/s10495-016-1233-6
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
