TCI E1457 Selenium (Powder) dengan nomor CAS 7782-49-2 adalah unsur selenium dalam bentuk serbuk yang disiapkan untuk keperluan penelitian material elektronik, khususnya sebagai prekursor titik kuantum koloid atau colloidal quantum dot. Selenium merupakan unsur golongan kalkogen yang menjadi komponen penting pada berbagai semikonduktor seperti kadmium selenida, seng selenida, timbal selenida, dan perak selenida. Dalam praktik laboratorium, serbuk selenium dilarutkan atau direaksikan terlebih dahulu dengan senyawa fosfin atau amina rantai panjang untuk membentuk larutan prekursor yang reaktif pada sintesis nanokristal.
Bentuk serbuk dipilih karena memberikan luas permukaan yang besar sehingga pelarutan dan reaksi pembentukan prekursor berlangsung lebih cepat dan merata dibandingkan bentuk bongkahan. Selenium juga memiliki titik leleh yang relatif rendah untuk ukuran unsur padat dan mudah membentuk kompleks dengan trioktilfosfin, sebuah karakteristik yang menjadi dasar metode sintesis hot injection yang sangat populer. Kemurnian unsur menjadi faktor kritis pada aplikasi optoelektronik karena pengotor logam dalam jumlah kecil sekalipun dapat memunculkan cacat kisi dan memadamkan pendaran nanokristal. Selenium berwarna gelap hingga abu kemerahan bergantung bentuk alotropnya dan bersifat stabil di udara kering pada suhu ruang.
Laboratorium di Indonesia menggunakan serbuk selenium pada penelitian nanomaterial, sel surya, sensor optik, dan perangkat pendaran di berbagai perguruan tinggi serta lembaga riset. Bahan ini juga dipakai pada sintesis anorganik umum dan penelitian katalisis. Kemasan 25 g dan 100 g memberi cakupan yang memadai, baik untuk percobaan sintesis skala kecil maupun rangkaian optimasi parameter yang membutuhkan pengulangan.
- Prekursor sintesis titik kuantum kalkogenida, karena selenium serbuk mudah dilarutkan dalam trioktilfosfin atau amina untuk membentuk larutan injeksi pada metode hot injection.
- Sintesis film tipis semikonduktor, sebab unsur ini menjadi sumber selenium pada pembentukan lapisan penyerap cahaya yang banyak diteliti untuk perangkat fotovoltaik.
- Penelitian nanopartikel selenium, karena serbuk unsur dapat direduksi atau didispersikan menjadi partikel berukuran nano untuk kajian sifat optik maupun aktivitas biologis.
- Reagen sintesis senyawa organoselenium, sebab selenium unsur dapat direaksikan dengan reagen organologam untuk membentuk selenolat yang menjadi bahan antara berbagai senyawa.
- Bahan doping pada material kaca dan keramik skala laboratorium, karena selenium memengaruhi sifat optik dan warna bahan sehingga berguna pada kajian material fungsional.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 7782-49-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Electronic Materials > Colloidal Quantum Dot (QD) Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 100 g |
| Bentuk fisik | serbuk padat berwarna gelap pada suhu ruang |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari oksidator kuat |
Selenium dan senyawanya bersifat toksik bila terhirup atau tertelan, sehingga penanganan serbuk wajib dilakukan di dalam lemari asam untuk mencegah terbentuknya debu halus di udara ruang. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, jas laboratorium, dan bila perlu masker partikulat yang sesuai. Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari asam kuat serta bahan pengoksidasi karena reaksi dapat menghasilkan gas berbahaya seperti hidrogen selenida. Bersihkan tumpahan secara basah atau dengan penyedot berfilter, jangan disapu kering. Kumpulkan seluruh sisa bahan dan limbah selenium dalam wadah limbah berbahaya berlabel jelas sesuai prosedur laboratorium.
- Esmaeili dkk. (2014). Selenium-Enriched Yeast: As Selenium Source for Nutritional Purpose. Current Nutrition & Food Science doi:10.2174/157340131001140328115753
- (2009). Specificity of Selenium Uptake by Selenoproteins. Nutrition Reviews doi:10.1111/j.1753-4887.1991.tb02996.x
- (2009). SELENIUM CONTENT OF TOENAILS REFLECTS DIETARY INTAKE. Nutrition Reviews doi:10.1111/j.1753-4887.1991.tb07357.x
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
