2-Fluoro-p-anisaldehyde adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik sebagai bahan baku atau intermediet. Bahan ini memiliki struktur molekul yang terdiri dari gugus aldehida dan gugus fluoro pada posisi tertentu, sehingga memberikan sifat kimia yang unik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk sintesis senyawa kompleks, termasuk dalam pembuatan obat, bahan kimia industri, dan senyawa organik lainnya.
Karena struktur fluorinnya, 2-Fluoro-p-anisaldehyde memiliki stabilitas dan reaktivitas yang berbeda dibandingkan dengan senyawa analog tanpa gugus fluoro. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam reaksi substitusi dan reaksi elektrofilik. Selain itu, senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemisahan dan pemanfaatan dalam berbagai reaksi kimia.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Karena keberagaman aplikasinya, senyawa ini menjadi bahan yang penting untuk pengembangan senyawa baru dan penelitian ilmiah yang berkembang di sektor ini.
Brosur TCI (PDF)
- Fluorination Reagents, Fluorinated Building Blocks 2026-03-18 · hal. 22
- Sintesis senyawa obat dengan struktur kompleks
- Reaksi substitusi elektrofilik dalam kimia organik
- Pembuatan senyawa aromatik dengan modifikasi fluorin
- Pengembangan bahan kimia industri untuk aplikasi khusus
- Penelitian tentang sifat kimia senyawa fluorinasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 331-64-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari sumber cahaya langsung. Karena sifatnya yang kimia, wadah harus terbuat dari bahan tahan korosi, seperti plastik atau gelas. Selama penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena potensi reaktivitas terhadap bahan kimia lain.
—

