2-Fluoro-5-nitrobenzoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa kompleks yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan industri kimia. Sebagai salah satu senyawa fluorinasi, bahan ini memiliki struktur yang unik dan reaktivitas yang tinggi, sehingga sangat diminati oleh para peneliti yang membutuhkan bahan dengan sifat khusus.
Bahan ini memiliki struktur molekul yang terdiri dari cincin benzena dengan substituen fluoro dan nitro. Kombinasi kedua gugus ini memberikan sifat elektronik yang unik, sehingga memungkinkan reaksi kimia yang beragam. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam sintesis senyawa dengan aktivitas biologis tinggi. Bahan ini juga memiliki stabilitas yang baik dalam kondisi laboratorium yang terkendali.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini digunakan dalam penelitian ilmiah yang berkaitan dengan sintesis senyawa farmakologis dan material baru. Banyak institusi penelitian di Indonesia menggunakan bahan ini untuk memperluas pengetahuan dalam bidang kimia organik dan pengembangan produk inovatif.
Brosur TCI (PDF)
- Fluorination Reagents, Fluorinated Building Blocks 2026-03-18 · hal. 19
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa farmakologis untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi pada cincin benzena untuk pembuatan senyawa kompleks
- Penelitian tentang efek fluoro pada aktivitas biologis senyawa kimia
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia organik
- Pembuatan senyawa intermediet untuk industri kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 7304-32-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena bersifat kimia, wadah harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap reaksi kimia, seperti plastik atau gelas yang tahan asam. Selama penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.
—


