Ethyl 2-Formylpropionate adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik. Bahan ini memiliki struktur molekul yang kompleks dan berperan penting dalam pembentukan senyawa-senyawa lain yang memiliki aplikasi luas dalam bidang farmasi, kimia organik, dan industri. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan bantu dalam reaksi kimia untuk menghasilkan produk akhir yang memiliki sifat tertentu.
Ethyl 2-Formylpropionate memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang cukup baik, sehingga memudahkan proses reaksi kimia. Senyawa ini juga memiliki aroma yang khas, yang bisa menjadi indikator dalam proses sintesis tertentu. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi seperti hidrolisis, esterifikasi, dan reaksi substitusi.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini sering digunakan oleh peneliti dan mahasiswa dalam penelitian kimia organik. Bahan ini menjadi bagian penting dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi dalam bidang medis dan industri. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya mudah diakses oleh para peneliti yang membutuhkan bahan baku berkualitas.
- Digunakan dalam sintesis senyawa aromatik untuk pengembangan obat baru
- Cocok untuk reaksi esterifikasi dalam pembuatan bahan kimia organik
- Dapat dimanfaatkan dalam penelitian farmakologi untuk uji senyawa aktif
- Berguna dalam analisis struktur molekul melalui teknik spektroskopi
- Dapat menjadi bahan bantu dalam pembuatan senyawa aroma alami
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 27772-62-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Ethyl 2-Formylpropionate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kontaminasi dan penguapan. Bahan ini bersifat mudah terbakar dan harus dihindari dari paparan panas atau sumber api. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
—
