DL-2-Phenylpropionic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Bahan ini sering ditemukan dalam sintesis senyawa organik kompleks, terutama dalam pembuatan senyawa aromatik dan turunannya. Sebagai building block, senyawa ini memiliki peran penting dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan industri kimia.
DL-2-Phenylpropionic Acid memiliki struktur molekul yang stabil dan sifat kimia yang dapat diprediksi, sehingga memudahkan proses reaksi kimia yang memerlukan presisi tinggi. Senyawa ini juga memiliki daya reaktivitas yang baik terhadap berbagai reagen, menjadikannya pilihan ideal untuk reaksi substitusi dan reaksi oksidasi. Karena sifatnya yang mudah terkontrol, senyawa ini sangat cocok untuk penggunaan dalam lingkungan laboratorium yang membutuhkan akurasi dan keamanan.
Di laboratorium Indonesia, DL-2-Phenylpropionic Acid digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam program pendidikan dan penelitian tingkat akhir. Bahan ini juga menjadi bagian dari proyek-proyek penelitian yang berkaitan dengan pengembangan obat, bahan polimer, dan senyawa sintetis. Ketersediaannya dalam bentuk kecil seperti 5g dan 25g memudahkan penggunaan untuk skala laboratorium yang terbatas.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa aromatik kompleks untuk penelitian farmasi
- Pengembangan bahan polimer dengan sifat khusus dalam industri material
- Reaksi substitusi untuk pembuatan senyawa organik baru
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik dalam lingkungan kimia
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia yang memerlukan presisi tinggi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 492-37-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara |
DL-2-Phenylpropionic Acid harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, serta ditempatkan di area yang sejuk dan kering. Bahan ini tidak boleh terpapar sinar matahari langsung atau suhu tinggi. Selama penyimpanan, pastikan wadah tetap tertutup rapat untuk mencegah penguapan atau kontaminasi. Dalam penggunaan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk meminimalkan risiko paparan langsung.
- KAWASAKI dkk. (2006). Production of (R)-3-Amino-3-phenylpropionic Acid and (S)-3-Amino-3-phenylpropionic Acid from (R,S)-N-Acetyl-3-amino-3-phenylpropionic Acid Using Microorganisms Having Enantiomer-Specific Amidohydrolyzing Activity. Bioscience, Biotechnology, and Biochemistry doi:10.1271/bbb.70.99
- Monte dkk. (2001). Thermodynamic study on the sublimation of 3-phenylpropionic acid and of three methoxy-substituted 3-phenylpropionic acids. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1006/jcht.2000.0767
- Monteiro-Neto dkk. (1999). Phenylpropionic Acid Metabolism: a Marker for Enteropathogenic Escherichia coli Clonal Group 2 Strains. Journal of Clinical Microbiology doi:10.1128/jcm.37.6.2121-2121.1999
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
