TCI F0810 Fluorescein-5-maleimide adalah reagen pelabelan berpendar yang dirancang khusus untuk menandai gugus tiol pada protein, peptida, dan biomolekul lain. Molekul ini menggabungkan fluoresein, salah satu fluorofor paling klasik dan paling banyak digunakan dalam ilmu hayati, dengan gugus maleimida yang bereaksi secara selektif terhadap gugus sulfhidril bebas. Reaksi adisi Michael antara maleimida dan tiol berlangsung cepat pada kondisi mendekati netral dan menghasilkan ikatan tioeter yang stabil, sehingga peneliti dapat menempelkan penanda fluoresen pada residu sistein tertentu tanpa mengganggu gugus amina atau gugus fungsi lain pada biomolekul.
Keunggulan yang membuat reagen ini banyak dipilih adalah selektivitas reaksinya dan kecerahan fluorofornya. Selektivitas terhadap tiol memungkinkan pelabelan pada posisi yang terdefinisi, suatu syarat penting dalam studi struktur protein, pengukuran jarak antarresidu, maupun pemantauan perubahan konformasi. Fluoresein sendiri memiliki koefisien serapan tinggi dan pendaran hijau yang kuat pada rentang eksitasi yang tersedia di hampir semua mikroskop fluoresen, pembaca mikroplat, dan sitometer aliran, sehingga instrumentasi khusus jarang diperlukan. Produk ini dinyatakan mengandung N,N-dimetilformamida maksimal dua persen sebagai sisa proses, yang perlu diperhatikan pada aplikasi yang sangat sensitif terhadap pelarut. Kemasan 25 miligram memadai untuk banyak percobaan pelabelan karena reagen ini dipakai dalam jumlah sangat kecil.
Di laboratorium Indonesia, reagen semacam ini digunakan pada riset biokimia, biologi molekuler, imunologi, dan bioteknologi di perguruan tinggi serta lembaga penelitian. Aplikasinya mencakup pelabelan antibodi dan protein rekombinan untuk keperluan deteksi, mikroskopi fluoresensi, dan pengembangan uji berbasis pendaran. Kemasan kecil membantu laboratorium menjaga mutu reagen karena bahan tidak tersimpan terlalu lama setelah botol pertama kali dibuka.
Kelebihan (brosur TCI)
- Fluoresensi hijau
- Dilabel ke gugus tiol karena gugus maleimida
Brosur TCI (PDF)
- Iodinated Fluorescein for Various Applications 2024-11-22 · hal. 2
- Fluorescent Labeling Dyes 2025-11-18 · hal. 3
- Reagents for Biological Research 2025-03-11 · hal. 5
Produk TCI terkait
- TCI F0783 18861-78-4 Fluorescein 6-Isothiocyanate (isomer II)
- TCI C2479 92557-80-7 5-Carboxyfluorescein N-Succinimidyl Ester
- TCI P1214 42189-56-0 N-(1-Pyrenyl)maleimide
- TCI S0867 150321-92-9 N-Succinimidyl 7-Methoxycoumarin-3-carboxylate
- TCI S0866 134471-24-2 N-Succinimidyl 7-Hydroxycoumarin-3-carboxylate
- TCI A0306 3326-34-9 5-Aminofluorescein (isomer I)
- Pelabelan protein dan antibodi pada residu sistein, karena maleimida bereaksi selektif dengan gugus tiol bebas sehingga posisi penanda dapat dikendalikan dengan baik.
- Mikroskopi fluoresensi untuk pelacakan protein, sebab pendaran hijau fluoresein cukup terang dan sesuai dengan filter standar yang tersedia pada hampir semua mikroskop.
- Uji berbasis anisotropi atau polarisasi fluoresensi, karena penanda berukuran kecil relatif tidak mengubah perilaku rotasi biomolekul yang sedang diamati.
- Studi perubahan konformasi protein, mengingat pelabelan pada posisi sistein tertentu memungkinkan pemantauan pergeseran struktur melalui perubahan sinyal pendaran secara real time.
- Persiapan konjugat untuk sitometri aliran dan uji mikroplat, sebab konjugat berfluoresein mudah dideteksi instrumen rutin tanpa memerlukan sumber eksitasi khusus.
Dari brosur TCI
- Pelabelan gugus tiol
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 75350-46-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Antibodies > Antibody Supplementary Products |
| Ukuran kemasan | 25 mg |
| Bentuk fisik | padatan berwarna; mengandung N,N-dimetilformamida maksimal 2% |
| Penyimpanan | simpan dingin, kering, dan terlindung dari cahaya |
Data dari brosur TCI
| λex,max | 494 nm |
|---|---|
| λem,max | 521 nm |
Sumber: TCI brochure LL039 (2025-11-18)
Simpan reagen pada kondisi dingin sesuai petunjuk pada label, di dalam wadah aslinya yang tertutup rapat dan terlindung dari cahaya karena fluoresein peka terhadap paparan sinar. Gunakan botol gelap atau bungkus aluminium foil, dan tempatkan dalam desikator untuk menghindari kelembapan yang dapat menghidrolisis cincin maleimida. Sebelum membuka, biarkan wadah menghangat sampai suhu ruang agar uap air tidak mengembun pada padatan. Siapkan larutan induk dalam pelarut organik kering seperti dimetil sulfoksida secara segar, bagi menjadi alikuot kecil, dan hindari siklus beku–cair berulang. Kenakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan kacamata pelindung saat menimbang.
- Palmer dkk. (1997). Cysteine-Specific Radioiodination of Proteins with Fluorescein Maleimide. Analytical Biochemistry doi:10.1006/abio.1997.2364
- Vivès dkk. (2003). One-pot labeling and purification of peptides and proteins with fluorescein maleimide. Tetrahedron Letters doi:10.1016/s0040-4039(03)01304-2
- Stefanucci dkk. (2017). Fluorescent-Labeled Bioconjugates of the Opioid Peptides Biphalin and Dpdpe Incorporating Fluorescein–Maleimide Linkers. Future Medicinal Chemistry doi:10.4155/fmc-2016-0232
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
