Furazolidone adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium terutama dalam bidang biokimia dan farmakologi. Sebagai antibiotik sintetik, furazolidone memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri tertentu, terutama bakteri gram-negatif. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian untuk menguji efektivitas antibiotik, pengujian sampel biologis, serta dalam pengembangan produk farmasi. Dalam laboratorium, furazolidone juga digunakan sebagai bahan bantu dalam proses isolasi dan identifikasi mikroba.
Furazolidone memiliki sifat kimia stabil dan dapat larut dalam pelarut organik tertentu. Bahan ini memiliki struktur kimia yang memungkinkan reaksi kimia yang terkendali, sehingga cocok untuk digunakan dalam reaksi kimia dan sintesis senyawa lain. Karena sifatnya yang tidak beracun dalam dosis tertentu, furazolidone juga dipertimbangkan sebagai bahan yang relatif aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium.
Di Indonesia, furazolidone sering digunakan dalam laboratorium penelitian dan pendidikan, terutama dalam bidang farmasi dan biologi. Bahan ini menjadi pilihan karena ketersediaannya yang relatif mudah dan biaya yang terjangkau, sekaligus kehandalannya dalam berbagai aplikasi laboratorium.
- Pengujian efektivitas antibiotik dalam penelitian farmakologi
- Identifikasi dan isolasi bakteri gram-negatif dalam laboratorium mikrobiologi
- Penggunaan dalam sintesis senyawa kimia untuk penelitian biokimia
- Pemantauan kualitas air dan sampel lingkungan untuk deteksi bakteri patogen
- Penelitian tentang mekanisme kerja antibiotik pada sel mikroba
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 67-45-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Furazolidone harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan untuk menjaga kualitasnya. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam ruangan dengan suhu terkontrol dan tidak terpapar bahan kimia lain yang bersifat reaktif. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi.
- Sutradhar dkk. (2013). Levofloxacin and furazolidone induced toxic epidermal necrosis. Indian Journal of Pharmacology doi:10.4103/0253-7613.121380
- Gwathmey (1991). Morphological changes associated with furazolidone-induced cardiomyopathy: Effects of digoxin and propranolol. Journal of Comparative Pathology doi:10.1016/s0021-9975(08)80086-2
- SHUSTER (1999). Furazolidone and mood disoder. Nursing doi:10.1097/00152193-199904000-00011
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
