Formononetin adalah senyawa alami yang termasuk dalam kategori isoflavonoid, sering ditemukan dalam tanaman seperti *Onobrychis vulgaris* dan *Glycyrrhiza glabra*. Bahan ini digunakan dalam berbagai penelitian biokimia dan farmakologi untuk mempelajari mekanisme aktivitas biologisnya, terutama dalam bidang kesehatan dan pengobatan tradisional. Dalam laboratorium, Formononetin sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau sebagai agen pengujian dalam uji aktivitas antioksidan, antitumor, dan antiinflamasi.
Formononetin memiliki struktur kimia kompleks yang memberikan sifat reaktif dan kemampuan untuk berikatan dengan berbagai molekul biologis. Karakteristik ini membuatnya menjadi bahan yang sangat diminati dalam penelitian tentang interaksi molekuler dan efek farmakologis. Selain itu, senyawa ini relatif stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan dalam eksperimen jangka panjang.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, Formononetin digunakan untuk penelitian terkait kesehatan masyarakat, pengembangan obat tradisional, serta studi tentang senyawa alami yang berasal dari flora lokal. Bahan ini juga menjadi bagian dari program penelitian yang berfokus pada penggunaan bahan alami dalam bidang medis dan farmasi.
- Uji aktivitas antioksidan untuk mengevaluasi kemampuan senyawa dalam menetralkan radikal bebas
- Penelitian farmakologis untuk memahami efek biologis dan mekanisme kerja senyawa
- Sintesis senyawa turunan isoflavonoid untuk pengembangan obat baru
- Analisis senyawa alami dalam tanaman obat sebagai bagian dari penelitian fitokimia
- Pengujian efek antiinflamasi untuk studi terapi alternatif dalam bidang kesehatan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 485-72-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya langsung |
Formononetin harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Sebaiknya disimpan dalam suhu ruangan yang stabil dan kering. Dalam penggunaan, pastikan wadah tidak terbuka terlalu lama untuk mencegah kontaminasi atau penguapan. Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini untuk meminimalkan risiko paparan langsung.
- Xiao dkk. (2025). Anti-Alzheimer's Disease Target and Beneficial Effect in Formononetin. Current Nutrition & Food Science doi:10.2174/0115734013305275241022104452
- Zhang dkk. (2026). Formononetin-derived quantum dots suppress colon cancer growth by triggering mitochondrial apoptosis. Nanomedicine doi:10.1080/17435889.2026.2615097
- Luo dkk. (2024). Synthesis of Formononetin Derivatives and Cardioprotective Effects. Chemical and Pharmaceutical Bulletin doi:10.1248/cpb.c24-00226
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
