Apigenin adalah senyawa flavonoid alami yang sering digunakan dalam penelitian bidang kehidupan ilmiah. Bahan ini memiliki peran penting dalam eksperimen terkait bioaktivitas tanaman, termasuk efek antioksidan, anti-inflamasi, dan potensi terapi medis. Apigenin ditemukan dalam berbagai tanaman seperti chamomile, bunga aster, dan daun seledri. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan untuk mengeksplorasi mekanisme biologis dan efek farmakologisnya terhadap berbagai sel dan jaringan.
Karakteristik utama Apigenin adalah kemurniannya dan kemampuannya untuk larut dalam pelarut organik. Senyawa ini stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap cahaya dan oksidasi. Karena itu, Apigenin sering dipilih untuk penelitian yang memerlukan presisi tinggi dan konsistensi hasil. Ketersediaan dalam bentuk murni juga memudahkan proses isolasi dan pemanfaatan dalam berbagai eksperimen.
Di laboratorium Indonesia, Apigenin digunakan secara luas dalam penelitian bidang farmakologi, biokimia, dan fitokimia. Banyak institusi riset dan universitas menggunakan bahan ini untuk studi tentang efek bioaktif tanaman lokal. Dengan keberadaannya di pasar lokal, Apigenin memudahkan peneliti Indonesia untuk mengakses bahan baku yang relevan dengan penelitian mereka.
Brosur TCI (PDF)
- Quorum Sensing Research Reagents 2024-10-17 · hal. 1
- Crude Medicine Ingredients for Cancer Research 2025-02-17 · hal. 1
- Traditional Medicine/Crude Medicine Research Reagents 2024-09-11 · hal. 2
- Polyphenols 2024-12-05 · hal. 1
- Plant Research Reagents 2026-02-24 · hal. 9
- Phytochemicals 2025-12-17 · hal. 10
- Penelitian tentang efek antioksidan tanaman lokal untuk pengembangan obat herbal
- Eksperimen biokimia untuk mengevaluasi aktivitas anti-inflamasi senyawa alami
- Pengujian farmakologis untuk mengetahui potensi terapi kanker dari senyawa flavonoid
- Studi tentang mekanisme interaksi Apigenin dengan protein target dalam sel
- Analisis kandungan fitokimia dalam bahan alami untuk pengembangan produk farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 520-36-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 100mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Apigenin harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil dan kering sangat disarankan. Saat menangani bahan ini, pengguna harus memakai sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Karena sifatnya yang sensitif, Apigenin harus diperlakukan dengan hati-hati selama proses penelitian dan eksperimen.
- Bai dkk. (2014). Apigenin induced MCF-7 cell apoptosis-associated reactive oxygen species. Scanning doi:10.1002/sca.21170
- Bay dkk. (2025). 77eP Apigenin exerts a protective effect against paclitaxel-induced testicular toxicity. Annals of Oncology doi:10.1016/j.annonc.2025.08.510
- Yang dkk. (2020). Protective effects of apigenin, apigenin-8-sulfonate, and apigenin-3′, 8-disulfonate on d-galactosamine-induced acute liver damage in mice. Medicinal Chemistry Research doi:10.1007/s00044-020-02608-2
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsCrude Medicine Ingredients for Research and Experimental Use
- Biochemicals and ReagentsPhenylpropanoids, Aromatic PolyketidesAromatic Polyketides
- Cell BiologyCancer ResearchAntitumor Agents for Research
- Cell BiologyCancer ResearchCancer Metabolism
- Cell BiologyCancer ResearchChemopreventive Agents [Cancer Research]
- Cell BiologyCell Signaling and NeuroscienceKinase/Phosphatase Biology
- Cell BiologyNutrition ResearchPhytochemicals
- MicrobiologyBiofilm ResearchBiofilm Inhibitors and Suppressors, etc.
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchCrude Medicine Ingredients for Research and Experimental Use







