Kaempferol adalah senyawa flavonoid yang digunakan secara luas dalam penelitian kimia dan biologi. Bahan ini memiliki kemampuan untuk berikatan dengan protein dan berperan sebagai agen pewarna atau penghambat enzim dalam berbagai eksperimen. Kaempferol sering digunakan dalam proses analisis kimia untuk mengidentifikasi struktur molekuler dan mempelajari interaksi biologis. Dalam lingkungan laboratorium, senyawa ini menjadi alat penting untuk penelitian terkait farmakologi, toksikologi, dan biokimia.
Kaempferol memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol. Karakteristik ini membuatnya mudah digunakan dalam berbagai teknik pemisahan dan analisis seperti kromatografi dan spektroskopi. Selain itu, senyawa ini memiliki daya tarik karena kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai substrat protein, sehingga memperluas aplikasinya dalam penelitian biomedis.
Di laboratorium Indonesia, Kaempferol digunakan dalam penelitian terapan seperti pengembangan obat, studi efek toksik, dan analisis senyawa alami. Bahan ini sangat relevan dalam upaya peneliti Indonesia untuk memperluas pemahaman tentang senyawa bioaktif yang berasal dari sumber lokal.
- Penelitian farmakologi untuk menguji efek biologis senyawa alami
- Analisis kimia untuk identifikasi struktur molekul dalam sampel organik
- Pengembangan metode kromatografi untuk pemisahan senyawa kompleks
- Studi toksikologi untuk mengevaluasi dampak senyawa pada sel dan jaringan
- Penelitian biokimia untuk mempelajari interaksi protein-senyawa
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 520-18-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Stains and Dyes (for Research and Experimental Use) > Stains and Dyes (Other) (for Research and Experimental Use) |
| Ukuran kemasan | 100mg, 1g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Kaempferol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di lingkungan yang sejuk dan kering untuk mencegah kontaminasi dan penguraian. Hindari paparan cahaya langsung dan suhu tinggi. Saat menangani bahan ini, gunakan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk meminimalkan risiko kebocoran atau paparan tidak terkendali.
- Liu dkk. (2021). Kaempferol promotes BMSC osteogenic differentiation and improves osteoporosis by downregulating miR-10a-3p and upregulating CXCL12. Molecular and Cellular Endocrinology doi:10.1016/j.mce.2020.111074
- Sharma dkk. (2026). Protective effects of kaempferol against diet-induced metabolic disorders. World Journal of Hepatology doi:10.4254/wjh.120789
- Mitrokotsa dkk. (1993). Bioactive Compounds from the Buds ofPlatanus orientalisand Isolation of a New Kaempferol Glycoside. Planta Medica doi:10.1055/s-2006-959751
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
