Siringic Acid adalah senyawa organik yang digunakan dalam penelitian biomedis dan kimia farmakologis. Bahan ini sering ditemukan dalam studi terkait kanker dan mekanisme pertumbuhan sel. Sebagai salah satu senyawa fenolik, Siringic Acid memiliki aktivitas antioksidan dan kemampuan untuk memengaruhi jalur metabolisme sel. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan untuk mengeksplorasi efek biologis terhadap sel kanker, termasuk penghambatan proliferasi dan induksi apoptosis.
Siringic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dan daya larut yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol. Karena kemurniannya tinggi dan konsistensi kualitas, senyawa ini dipilih untuk eksperimen yang membutuhkan presisi tinggi. Selain itu, struktur kimianya yang kompleks memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi berbagai reaksi kimia dan interaksi molekuler.
Di laboratorium Indonesia, Siringic Acid sering digunakan dalam penelitian kanker, terutama dalam studi yang melibatkan pengujian obat baru dan modifikasi senyawa untuk meningkatkan efektivitas terapi. Bahan ini juga menjadi pilihan utama bagi peneliti yang ingin memahami mekanisme penyakit dan mencari solusi terapi alternatif.
- Penelitian kanker untuk memahami mekanisme pertumbuhan sel
- Pengujian senyawa antioksidan dalam penelitian farmakologi
- Eksperimen biokimia untuk analisis aktivitas enzim
- Studi interaksi molekuler dalam jalur metabolisme sel
- Pengembangan obat baru melalui sintesis dan modifikasi senyawa
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 530-57-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Cancer Research |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Siringic Acid harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, serta jauh dari sumber cahaya langsung dan kelembapan tinggi. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Saat menangani bahan ini, peneliti harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini bisa bersifat iritatif. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk menghindari kontaminasi atau risiko kecelakaan.
- Khim Phin dkk. (2009). In Vitro Synergy Effect of Syringic Acid, Caffeic Acid and 4-hydroxybenzoic Acid against Ganoderma boninense. International Journal of Engineering and Technology doi:10.7763/ijet.2009.v1.53
- Zhang dkk. (2020). Heterogeneous reaction of ozone with syringic acid: Uptake of O3 and changes in the composition and optical property of syringic acid. Environmental Pollution doi:10.1016/j.envpol.2019.113632
- John dkk. (2021). 3,5-Dimethoxy-4-benzoic acid (syringic acid) a natural phenolic acid reduces reactive oxygen species in differentiated 3T3-L1 adipocytes. In Vitro Cellular & Developmental Biology - Animal doi:10.1007/s11626-021-00549-7
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
