D-Glucosamic Acid (TCI G0042) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia. Sebagai suatu asam glukosamin, senyawa ini memiliki struktur molekuler yang kompleks dan berperan dalam reaksi kimia yang melibatkan glikosida dan glikoprotein. Dalam laboratorium, D-Glucosamic Acid sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa organik, serta dalam penelitian tentang metabolisme karbohidrat dan interaksi molekuler.
D-Glucosamic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap kelembapan dan paparan udara. Senyawa ini bersifat tidak berwarna dan biasanya berbentuk padat. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, D-Glucosamic Acid menjadi pilihan yang tepat untuk eksperimen yang membutuhkan kestabilan kimia.
Di laboratorium Indonesia, D-Glucosamic Acid digunakan dalam penelitian ilmiah dan pendidikan untuk memenuhi kebutuhan eksperimen yang berkaitan dengan kimia organik dan biokimia. Bahan ini juga sering dimanfaatkan dalam penelitian tentang obat dan senyawa aktif biologis.
- Dalam sintesis senyawa organik, D-Glucosamic Acid digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan senyawa kompleks.
- Senyawa ini cocok untuk studi tentang metabolisme karbohidrat karena struktur kimianya mirip dengan glikosida alami.
- D-Glucosamic Acid sering digunakan dalam penelitian biokimia untuk menguji interaksi molekuler dan aktivitas enzim.
- Bahan ini juga diterapkan dalam pengembangan obat karena kemampuannya untuk berikatan dengan protein.
- D-Glucosamic Acid dapat digunakan dalam analisis kualitatif untuk mengidentifikasi senyawa tertentu dalam campuran kimia.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3646-68-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat, tidak berwarna |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari kelembapan |
D-Glucosamic Acid harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindungi dari kelembapan untuk menjaga kestabilan kimianya. Penyimpanan di suhu kamar yang sejuk dan kering sangat disarankan. Saat mengambil atau memanfaatkan bahan ini, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata.
—

