Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 721-66-4

Glycyl-DL-phenylalanine TCI G0135

Glycyl-DL-phenylalanine TCI G0135

Identitas Kimia

Nama lain
H-Gly-DL-Phe-OH
No. CAS
721-66-4
Rumus molekul
C11H14N2O3
Berat molekul
222.24 g/mol
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-[(2-aminoacetyl)amino]-3-phenylpropanoic acid
SMILES
C1=CC=C(C=C1)CC(C(=O)O)NC(=O)CN
InChIKey
JBCLFWXMTIKCCB-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00065109
PubChem
CID 97415
Harga reguler Rp 2.094.750,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.094.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Glycyl-DL-phenylalanine adalah dipeptida yang tersusun dari glisina dan fenilalanina dalam bentuk campuran rasemat pada pusat kiral fenilalanina, dipasok TCI dengan nomor katalog G0135. Di laboratorium biokimia, dipeptida sederhana seperti ini berperan sebagai substrat model untuk menguji kerja enzim pemutus ikatan peptida, terutama peptidase dan aminopeptidase, karena strukturnya cukup pendek untuk ditelaah secara tuntas namun tetap membawa ciri khas ikatan amida dan rantai samping aromatik yang lazim ditemui pada protein alami. Perannya juga penting sebagai bahan acuan dalam pengembangan metode analisis peptida.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah kehadiran kedua bentuk enansiomer fenilalanina dalam satu bahan, yang justru menguntungkan ketika peneliti ingin menguji stereoselektivitas suatu enzim atau katalis dalam satu percobaan tunggal. Enzim yang bersifat stereospesifik hanya akan mengolah bentuk L, sehingga sisa bentuk D dapat diukur untuk menilai ketelitian pengenalan enzim. Cincin aromatik fenilalanina memberikan serapan ultraviolet yang memudahkan deteksi pada kromatografi cair, sementara glisina di ujung amino menyediakan gugus amina bebas yang siap untuk derivatisasi analitik menggunakan pereaksi penanda fluoresen.

Di Indonesia, bahan ini digunakan pada riset enzimologi di fakultas kedokteran, farmasi, dan pertanian, serta pada laboratorium bioteknologi yang mengkaji protease dari mikroba lokal. Kemasan 1 g sesuai dengan pola pemakaian dipeptida yang umumnya dipakai dalam jumlah miligram untuk setiap rangkaian uji enzim, sehingga bahan tetap segar sepanjang periode penelitian tanpa persediaan berlebih.

  • Substrat model untuk uji aktivitas aminopeptidase dan protease, karena ikatan amida tunggalnya memberikan pembacaan kinetika yang sederhana dan mudah ditafsirkan secara kuantitatif.
  • Pengujian stereoselektivitas enzim dan katalis, sebab campuran rasemat memungkinkan penilaian pengenalan bentuk L dan D dalam satu percobaan yang sama.
  • Bahan acuan pada pengembangan metode kromatografi cair peptida, karena cincin aromatiknya memberikan serapan ultraviolet yang kuat dan mudah dideteksi.
  • Substrat penelitian transpor peptida pada sistem sel dan membran, memanfaatkan ukuran dipeptida yang sesuai dengan pengenalan pengangkut peptida biologis.
  • Bahan latih pada praktikum biokimia mengenai hidrolisis peptida, memberikan contoh nyata pemutusan ikatan amida yang dapat dipantau secara analitik oleh mahasiswa.

Merek TCI (nomor katalog G0135)
Nomor CAS 721-66-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Peptides
Ukuran kemasan 1 g
Bentuk fisik serbuk atau padatan kristalin
Penyimpanan tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat; ikuti anjuran suhu penyimpanan pada label

Simpan dipeptida ini dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya serta kelembapan, dan ikuti anjuran suhu penyimpanan yang tercantum pada label pabrikan karena bahan peptida umumnya disarankan disimpan pada suhu rendah. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada serbuk dingin dan memicu penggumpalan. Gunakan sendok bersih dan kering setiap kali menimbang, hindari kontaminasi silang dengan bahan biologis lain, serta kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Larutan kerja sebaiknya disiapkan segar dan tidak disimpan terlalu lama.

  • Argirov dkk. (2009). Interaction of Glycyl-Phenylalanine with Carbohydrates as a Model of N-Terminal Glycation of Proteins. Ophthalmic Research doi:10.1159/000267972

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.