Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 3321-03-7

Glycyl-L-phenylalanine TCI G0136

Glycyl-L-phenylalanine TCI G0136

Identitas Kimia

Nama lain
H-Gly-Phe-OH
No. CAS
3321-03-7
Rumus molekul
C11H14N2O3
Berat molekul
222.24 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Suhu simpan
0-10°C
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(2S)-2-[(2-aminoacetyl)amino]-3-phenylpropanoic acid
SMILES
C1=CC=C(C=C1)CC(C(=O)O)NC(=O)CN
InChIKey
JBCLFWXMTIKCCB-VIFPVBQESA-N
MDL
MDL00065110
PubChem
CID 92953
Harga reguler Rp 477.750,00
Harga reguler Harga obral Rp 477.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Glycyl-L-phenylalanine adalah dipeptida murni secara stereokimia yang terdiri atas glisina pada ujung amino dan L-fenilalanina pada ujung karboksil, dipasok TCI dengan nomor katalog G0136. Berbeda dari bentuk rasematnya, produk ini hanya mengandung konfigurasi L yang merupakan bentuk alami pada protein makhluk hidup, sehingga menjadi substrat yang paling representatif untuk mempelajari kerja enzim pencernaan protein, sistem pengangkut peptida pada membran sel, dan proses pengenalan molekul di dalam tubuh. Kesederhanaan strukturnya membuat hasil percobaan mudah ditelusuri hingga tingkat mekanisme.

Sifat utama yang membuatnya dipilih adalah kemurnian stereokimianya. Karena hanya satu enansiomer yang hadir, peneliti memperoleh data kinetika enzim tanpa gangguan dari bentuk D yang tidak dikenali atau bahkan bersifat penghambat, sehingga nilai parameter yang diperoleh lebih akurat. Cincin aromatik fenilalanina menyediakan serapan ultraviolet untuk pemantauan reaksi secara langsung, sekaligus menjadi titik pengenalan hidrofobik bagi kantong aktif banyak protease. Gugus amina bebas pada glisina memungkinkan derivatisasi dengan pereaksi penanda, sementara bentuk padatnya mudah ditimbang dan larut baik dalam larutan dapar berair yang biasa dipakai pada uji hayati.

Laboratorium Indonesia memakai bahan ini pada penelitian enzimologi, ilmu gizi, farmasi, serta bioteknologi pangan, khususnya kajian hidrolisat protein dan penyerapan peptida. Kemasan 100 mg sangat sesuai untuk uji pendahuluan dan optimasi metode yang hanya memerlukan beberapa miligram, sedangkan kemasan 1 g mendukung rangkaian percobaan yang lebih panjang atau penggunaan bersama oleh beberapa peneliti dalam satu kelompok riset.

  • Substrat baku pada uji kinetika protease dan aminopeptidase, karena konfigurasi L murni menghasilkan parameter enzim yang akurat tanpa gangguan enansiomer pengganggu.
  • Penelitian sistem pengangkut peptida pada membran sel dan usus, sebab ukurannya sesuai dengan pengenalan alami oleh pengangkut dipeptida biologis.
  • Bahan acuan pada analisis hidrolisat protein menggunakan kromatografi cair, memanfaatkan serapan ultraviolet cincin aromatik untuk deteksi yang peka dan stabil.
  • Substrat pembanding pada penapisan penghambat enzim, karena respons hidrolisisnya terprediksi sehingga penurunan aktivitas akibat penghambat mudah dikuantifikasi.
  • Model interaksi hidrofobik pada studi pengenalan molekul, sebab rantai samping fenil memberikan titik kontak nonpolar yang jelas terhadap kantong aktif protein.

Merek TCI (nomor katalog G0136)
Nomor CAS 3321-03-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Peptides
Ukuran kemasan 100 mg dan 1 g
Bentuk fisik serbuk atau padatan kristalin
Penyimpanan tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat; ikuti anjuran suhu penyimpanan pada label

Simpan dipeptida ini dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, serta ikuti anjuran suhu penyimpanan pada label karena bahan peptida umumnya disarankan disimpan dingin untuk menjaga keutuhannya. Setelah dikeluarkan dari lemari pendingin, biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar embun tidak terbentuk pada serbuk dan memicu hidrolisis perlahan. Gunakan sendok atau spatula bersih dan kering, hindari kontaminasi silang dengan enzim atau bahan biologis lain, serta kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Siapkan larutan kerja secara segar dan simpan sisa dalam alikuot bila perlu.

  • Argirov dkk. (2009). Interaction of Glycyl-Phenylalanine with Carbohydrates as a Model of N-Terminal Glycation of Proteins. Ophthalmic Research doi:10.1159/000267972
  • Valdes dkk. (2009). Phenylalanyl-Glycyl-Phenylalanine Tripeptide: A Model System for Aromatic−Aromatic Side Chain Interactions in Proteins. Journal of Chemical Theory and Computation doi:10.1021/ct900174f
  • Prent-Peñaloza dkk. (2019). Synthesis of diN-Substituted Glycyl-Phenylalanine Derivatives by Using Ugi Four Component Reaction and Their Potential as Acetylcholinesterase Inhibitors. Molecules doi:10.3390/molecules24010189

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.