Glutaconaldehydedianil Hydrochloride adalah reagen organik khusus yang membawa rantai polimetin terkonjugasi dengan dua ujung anilina, tersedia dalam bentuk garam hidroklorida yang lebih stabil dan mudah ditangani. Senyawa ini dikenal luas sebagai produk pembukaan cincin piridinium pada reaksi König dan karena itu menjadi reagen penting dalam kimia zat warna maupun dalam pewarnaan jaringan. Kategorinya pada bidang biologi sel, hematologi, dan histologi mencerminkan pemakaiannya sebagai pemasok kromofor pada sediaan pewarna yang dipakai untuk membedakan komponen sel dan jaringan.
Sifat yang menjadikannya bernilai adalah sistem terkonjugasi panjang yang menghasilkan penyerapan cahaya kuat pada daerah tampak, sehingga perubahan warna yang dihasilkannya mudah diamati bahkan secara visual. Kedua ujung anilina berfungsi sebagai gugus pergi yang baik terhadap serangan nukleofil amina, sehingga reagen ini menjadi jembatan praktis untuk menyambungkan dua unit heterosiklik menjadi pewarna sianin dengan panjang rantai yang terkendali. Bentuk garam hidrokloridanya berupa padatan berwarna yang memudahkan penimbangan, penyimpanan, dan pelarutan dalam pelarut organik polar saat penyiapan larutan kerja.
Laboratorium di Indonesia menggunakan reagen semacam ini pada unit histologi dan patologi anatomi, laboratorium hematologi rujukan, kelompok riset zat warna di perguruan tinggi, serta fasilitas yang mengembangkan probe fluoresen untuk pencitraan biologis. Dua pilihan kemasan memberi fleksibilitas bagi laboratorium yang hanya menyiapkan pewarna dalam jumlah terbatas maupun yang melakukan sintesis pewarna secara rutin dan berulang.
Produk TCI terkait
- TCI B3581 1871-22-3 Blue Tetrazolium [for Biochemical Research]
- TCI A5105 61-73-4 Methylene Blue [Ion association reagent for spectrophotometric analysis]
- TCI A5100 2437-29-8 Malachite Green, Oxalate [Sensitive spectrophotometric reagent for PO4]
- TCI A2412 28718-90-3 DAPI 2HCl [for Biochemical Research]
- TCI A0579 1718-34-9 Mordant Orange 1 Monosodium Salt
- TCI T0558 2390-54-7 Basic Yellow 1
- Sintesis pewarna sianin, karena kedua ujung anilinanya mudah digantikan oleh basa heterosiklik sehingga menghasilkan rantai polimetin dengan panjang yang terkendali.
- Pewarnaan histologi, sebab kromofor yang terbentuk memberi kontras warna kuat sehingga struktur jaringan dapat dibedakan dengan jelas di bawah mikroskop.
- Pengembangan probe pencitraan biologis, mengingat sistem terkonjugasinya menjadi kerangka dasar bagi banyak pewarna berpendar yang dipakai pada studi sel.
- Reaksi berbasis König untuk deteksi senyawa cincin piridin, karena reagen ini terlibat langsung pada pembentukan produk berwarna yang dapat diamati.
- Kajian kimia polimetin, sebab strukturnya menjadi model sederhana untuk mempelajari hubungan antara panjang konjugasi dan serapan cahaya suatu molekul.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1497-49-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Hematology and Histology |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 250 g |
| Bentuk fisik | padatan berwarna |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya sesuai anjuran pada label |
Simpan reagen dalam wadah asli yang tertutup rapat dan terlindung dari cahaya, karena senyawa terkonjugasi umumnya peka terhadap paparan sinar dalam jangka panjang. Pilih lokasi penyimpanan yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari asam kuat, basa kuat, serta oksidator. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, masker debu, dan jas laboratorium saat penimbangan, dan kerjakan di lemari asam untuk menghindari terhirupnya partikel halus. Bahan berwarna mudah meninggalkan noda, sehingga tumpahan sebaiknya segera dikumpulkan secara kering lalu area kerja dibersihkan menyeluruh.
—
