Gomisin C adalah senyawa alami yang digunakan dalam penelitian biokimia dan farmakologi. Bahan ini termasuk dalam kategori bahan baku obat yang digunakan untuk eksperimen ilmiah. Gomisin C dikenal memiliki aktivitas biologis yang menarik, seperti efek antimitotik dan antitumor, sehingga sering dipakai dalam studi tentang mekanisme penyakit dan pengembangan obat baru. Bahan ini juga digunakan untuk mengeksplorasi efeknya pada sel dan jaringan, terutama dalam penelitian kanker dan penyakit degeneratif.
Gomisin C memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik tertentu, sehingga memudahkan proses isolasi dan penggunaannya dalam berbagai eksperimen. Bahan ini juga memiliki daya tahan terhadap kondisi lingkungan tertentu, sehingga memperpanjang masa simpan dan meminimalkan risiko degradasi selama penyimpanan. Karena sifat tersebut, Gomisin C menjadi pilihan yang tepat dalam penelitian yang membutuhkan kestabilan dan konsistensi hasil.
Di laboratorium di Indonesia, Gomisin C digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama di bidang farmakologi dan biokimia. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium penelitian yang fokus pada pengembangan obat dan studi efek biologis senyawa alami. Peneliti di Indonesia juga memanfaatkan Gomisin C untuk menguji efeknya pada sel dan memahami mekanisme kerjanya dalam tubuh manusia.
- Penelitian tentang efek antitumor senyawa alami untuk pengembangan obat kanker
- Uji aktivitas biologis Gomisin C terhadap sel kanker dalam eksperimen in vitro
- Studi mekanisme kerja senyawa alami dalam penghambatan pertumbuhan sel abnormal
- Pengujian toksisitas Gomisin C terhadap sel manusia untuk menilai keamanan penggunaan
- Eksperimen untuk mengeksplorasi potensi Gomisin C sebagai agen terapi alternatif
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 58546-56-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 25mg, 100mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Gomisin C harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya dan kelembapan untuk mempertahankan kualitasnya. Simpan di suhu kamar dan hindari paparan udara bebas. Gunakan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Selama penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung.
- Kim dkk. (2015). Comparison of the Content of Shizandrin, Gomisin A and Gomisin N in Schisandra Fruit by Water Extraction Condition. Journal of Food Hygiene and Safety doi:10.13103/jfhs.2015.30.1.59
- Tanaka dkk. (1992). Synthesis of optically pure gomisin A and schizandrin: The first total synthesis of gomisin A and schizandrin having naturally occurring configurations. Tetrahedron Letters doi:10.1016/s0040-4039(00)74679-x
- Yun dkk. (2017). Gomisin A Ameliorates Endoplasmic Reticulum Stress-induced Hepatic Steatosis. Journal of Life Science doi:10.5352/jls.2017.27.2.233
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
