Ginsenoside Rh1 adalah senyawa aktif yang berasal dari akar tanaman ginseng, yang digunakan secara luas dalam penelitian biokimia dan farmakologi. Bahan ini memiliki peran penting dalam studi tentang efek biologis senyawa fitokimia, terutama dalam bidang kesehatan dan penyakit. Sebagai komponen utama dari ginseng, Ginsenoside Rh1 sering digunakan untuk mengeksplorasi mekanisme aktivitas farmakologisnya, seperti antioksidan, anti-inflamasi, dan efek neuroprotektif.
Ginsenoside Rh1 memiliki struktur kimia kompleks yang membuatnya menarik untuk penelitian terapan. Senyawa ini stabil dalam kondisi tertentu dan dapat dikarakterisasi secara akurat menggunakan teknik seperti HPLC dan spektroskopi. Karena sifatnya yang tidak mudah terdegradasi, bahan ini cocok untuk penggunaan dalam eksperimen jangka panjang. Selain itu, kemurnian tinggi dari Ginsenoside Rh1 memastikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan dalam penelitian ilmiah.
Di laboratorium Indonesia, Ginsenoside Rh1 sering digunakan dalam penelitian tentang obat tradisional dan pengembangan produk farmasi. Bahan ini menjadi pilihan utama bagi peneliti yang ingin mempelajari aktivitas biologis senyawa alami. Dengan keberadaan AMI Scientific, peneliti di Indonesia memiliki akses mudah untuk memperoleh bahan ini dalam bentuk yang sesuai dengan standar penelitian.
- Penelitian tentang efek farmakologis senyawa fitokimia
- Pengujian aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi
- Analisis komponen aktif dalam ekstrak ginseng
- Pengembangan obat tradisional berbasis senyawa alami
- Studi mekanisme aksi senyawa pada sistem saraf
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 63223-86-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 100mg |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Ginsenoside Rh1 harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, jauh dari paparan cahaya matahari langsung dan kelembapan tinggi. Penyimpanan pada suhu kamar yang stabil adalah ideal. Saat menangani bahan ini, penting untuk menggunakan sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Bahan ini tidak beracun tetapi tetap perlu dianggap sebagai bahan kimia yang memerlukan pengelolaan yang hati-hati untuk memastikan keselamatan dan presisi dalam eksperimen.
- Bi dkk. (2021). Ginsenoside Rg1 and ginsenoside Rh1 prevent liver injury induced by acetaminophen in mice. Journal of Food Biochemistry doi:10.1111/jfbc.13816
- Zhang dkk. (2026). Research Progress on the Anticancer Effect of Ginsenoside Rh1. Current Issues in Molecular Biology doi:10.3390/cimb48020219
- Jung dkk. (2013). Protopanaxatriol ginsenoside Rh1 inhibits the expression of matrix metalloproteinases and the in vitro invasion/migration of human astroglioma cells. Neurochemistry International doi:10.1016/j.neuint.2013.05.002
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
