TCI H0203 Benzenesulfohydroxamic Acid adalah reagen organik yang menggabungkan gugus benzenasulfonil dengan gugus hidroksilamina, sehingga membentuk kerangka sulfonohidroksamat yang khas dengan ikatan nitrogen-oksigen di dalamnya. Senyawa golongan ini digunakan di laboratorium sintesis organik sebagai reagen khusus, bukan sebagai bahan curah, karena perannya biasanya terbatas pada tahap transformasi tertentu dalam sebuah jalur sintesis. Kehadirannya dalam koleksi bahan laboratorium umumnya ditujukan untuk pekerjaan riset yang memerlukan pereaksi dengan reaktivitas spesifik dan tidak dapat digantikan oleh reagen umum yang lebih sederhana.
Karakteristik utama yang menentukan cara pemakaiannya adalah keberadaan ikatan nitrogen-oksigen yang relatif lemah. Ikatan semacam ini membuat molekul mudah melepaskan fragmen reaktif pada kondisi tertentu, dan justru sifat itulah yang dimanfaatkan dalam reaksi sintesis. Namun sifat yang sama juga berarti senyawa ini lebih peka terhadap panas dibandingkan reagen aromatik biasa, sehingga penanganannya menuntut kedisiplinan pada suhu penyimpanan dan kehati-hatian saat pemanasan. Gugus sulfonil aromatiknya sendiri memberi kestabilan struktural dan memudahkan karakterisasi produk hasil reaksi melalui metode spektroskopi yang lazim.
Di Indonesia, reagen ini umumnya ditemukan pada laboratorium riset kimia organik lanjut di perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang mengerjakan sintesis metodologi. Karena pemakaiannya terarah pada tahapan tertentu, kemasan 5 g dan 25 g biasanya sudah mencukupi dan sekaligus membantu menjaga mutu bahan selama masa penyimpanan.
- Reagen sintesis organik khusus, karena kerangka sulfonohidroksamatnya menyediakan reaktivitas yang tidak dapat diperoleh dari pereaksi aromatik sederhana pada umumnya.
- Penyiapan senyawa antara bernitrogen, sebab gugus hidroksilamina yang terikat pada sulfonil dapat berperan sebagai sumber nitrogen dalam berbagai transformasi sintesis.
- Riset metodologi reaksi, karena ikatan nitrogen-oksigennya yang mudah putus menjadikan senyawa ini objek menarik untuk mempelajari mekanisme dan jalur reaksi.
- Sintesis senyawa antara kimia medisinal, sebab reagen semacam ini dipakai untuk memasukkan gugus fungsi bernitrogen pada kerangka molekul target secara terarah.
- Pekerjaan sintesis skala kecil di laboratorium riset, karena kemasan terbatasnya sesuai dengan pemakaian selektif pada tahapan reaksi tertentu saja.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 599-71-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g, 25 g |
| Bentuk fisik | padatan |
| Penyimpanan | simpan dingin, tertutup rapat, dan jauh dari sumber panas |
Reagen ini sebaiknya disimpan dalam keadaan dingin di dalam lemari pendingin bahan kimia, tetap di dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, dan dijauhkan dari sumber panas, percikan api, maupun sinar matahari langsung. Senyawa dengan ikatan nitrogen-oksigen cenderung peka terhadap panas, sehingga hindari pemanasan yang tidak diperlukan dan jangan menyimpannya berdekatan dengan bahan pengoksidasi maupun asam kuat. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun di dalamnya. Lakukan penimbangan di lemari asam dengan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta beri label tanggal pembukaan pada kemasan.
- Wang dkk. (2027). Selective flotation recovery of cassiterite from calcite and quartz using benzenesulfohydroxamic acid as a high-performance collector. Applied Surface Science doi:10.1016/j.apsusc.2026.168298
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
