Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 495-18-1

Benzohydroxamic Acid, CAS 495-18-1, TCI B0061

Benzohydroxamic Acid, CAS 495-18-1, TCI B0061

Identitas Kimia

No. CAS
495-18-1
PubChem
CID 10313·SID 87563263
Rumus molekul
C7H7NO2
Berat molekul
137.14 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
N-hydroxybenzamide
SMILES
C1=CC=C(C=C1)C(=O)NO
InChIKey
VDEUYMSGMPQMIK-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.087.800,00
Harga reguler Rp 775.950,00 Harga obral Rp 1.087.800,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Benzohydroxamic Acid (BHA) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa organik. Bahan ini sering ditemukan dalam proses pembuatan senyawa heterosiklik dan komponen aktif farmakologis. Dalam laboratorium, BHA berperan sebagai bahan baku yang sangat penting untuk pengembangan senyawa baru, terutama dalam bidang farmasi dan kimia organik. Karena sifatnya yang reaktif, BHA sering digunakan sebagai substrat dalam reaksi substitusi dan reaksi oksidasi.

BHA memiliki struktur molekuler yang sederhana namun sangat reaktif, yang memungkinkannya berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia. Senyawa ini bersifat stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat peka terhadap kelembapan dan suhu tinggi. Karena sifatnya yang mudah bereaksi, BHA memerlukan penanganan yang hati-hati dan penyimpanan yang tepat untuk menjaga kualitasnya.

Di laboratorium Indonesia, BHA digunakan secara luas dalam penelitian kimia dan farmasi. Bahan ini sering dipakai oleh peneliti untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki potensi terapi medis. Karena kebutuhan akan senyawa baku yang berkualitas tinggi, BHA menjadi salah satu bahan yang sering dicari oleh para ilmuwan dan peneliti di Indonesia.

  • Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
  • Reaksi substitusi dalam sintesis senyawa organik kompleks
  • Pengujian aktivitas biologis senyawa kimia
  • Pembuatan bahan aktif farmakologis dalam penelitian farmasi
  • Reaksi oksidasi untuk modifikasi struktur molekul

Merek TCI
Nomor CAS 495-18-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5g, 25g
Bentuk fisik Padat
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari kelembapan dan sinar matahari langsung

Benzohydroxamic Acid harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan bebas dari kelembapan untuk mencegah degradasi. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil adalah ideal. Bahan ini bersifat reaktif, sehingga harus ditangani dengan sarung tangan dan alat pelindung lainnya. Pastikan wadah tidak terbuka dan jauh dari bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif.

  • Arora dkk. (2017). Theoretical study of the molecular structure and intramolecular proton transfer in benzohydroxamic acid. Computational and Theoretical Chemistry doi:10.1016/j.comptc.2017.02.014
  • Wu dkk. (2006). Selective flotation of cassiterite with benzohydroxamic acid. Minerals Engineering doi:10.1016/j.mineng.2006.02.003
  • (2019). SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF BENZOHYDROXAMIC ACID AND METHYLBENZOHYDROXAMIC ACID METAL COMPLEXES AND THEIR CYTOTOXICTY STUDY. Malaysian Journal of Analytical Science doi:10.17576/mjas-2019-2302-11

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.