1-Naphthohydroxamic Acid adalah turunan asam hidroksamat dari asam 1-naftoat, yaitu senyawa yang gugus karboksilnya telah diubah menjadi gugus hidroksamat. Gugus fungsi ini dikenal luas sebagai pengkelat logam yang kuat karena mampu mengikat ion logam melalui dua atom oksigen sekaligus, membentuk cincin kelat lima anggota yang stabil. Di laboratorium, bahan ini dimanfaatkan sebagai pereaksi analitik untuk penentuan ion logam, sebagai ligan pada penelitian kimia koordinasi, dan sebagai blok pembangun pada sintesis senyawa yang menargetkan enzim bergantung logam.
Karakteristik utama yang membuatnya dipilih adalah afinitas tinggi gugus hidroksamat terhadap ion logam bermuatan tinggi seperti besi dan vanadium, disertai inti naftalena yang menambah sifat hidrofobik dan serapan ultraviolet. Kombinasi ini menghasilkan kompleks logam yang sering berwarna atau menyerap kuat di daerah ultraviolet-tampak, sehingga pembentukannya mudah dipantau secara spektrofotometri. Kerangka aromatik yang besar juga membuat kompleks lebih mudah diekstraksi ke dalam pelarut organik, sifat yang bermanfaat pada metode ekstraksi pelarut dan prapemekatan sampel sebelum analisis instrumental.
Di laboratorium Indonesia, pereaksi semacam ini digunakan pada penelitian kimia analitik di perguruan tinggi, kajian pemisahan dan pemulihan logam, serta penelitian kimia bahan aktif. Kemasan 1 g mencerminkan sifatnya sebagai pereaksi khusus yang dipakai dalam jumlah kecil namun menentukan, misalnya pada pembuatan larutan standar pengompleks atau sintesis skala milimol. Ukuran ini membantu laboratorium menjaga kesegaran bahan tanpa menyimpan persediaan berlebih dalam waktu lama.
- Penentuan spektrofotometri ion logam, karena gugus hidroksamat membentuk kompleks berwarna yang absorbansinya dapat dikaitkan langsung dengan konsentrasi logam dalam larutan sampel.
- Ekstraksi pelarut dan prapemekatan logam runut, sebab inti naftalena yang hidrofobik membantu memindahkan kompleks logam dari fase air ke fase organik.
- Penelitian kimia koordinasi, karena senyawanya bertindak sebagai ligan bidentat terdefinisi yang berguna untuk mempelajari geometri, kestabilan, dan sifat elektronik kompleks logam.
- Sintesis kandidat penghambat enzim bergantung logam, mengingat gugus hidroksamat merupakan motif pengikat logam yang lazim dipelajari pada penelitian kimia medisinal.
- Kajian pengikatan besi pada penelitian dasar, sebab asam hidroksamat merupakan motif inti siderofor alami sehingga berguna sebagai model sederhana pembanding.
| Merek | TCI, nomor katalog N0023 |
|---|---|
| Nomor CAS | 6953-61-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1 g |
| Bentuk fisik | padatan |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan gelap dalam wadah tertutup rapat |
Simpan bahan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, karena asam hidroksamat dapat terurai perlahan bila terpapar panas, lembap, atau logam pengotor. Hindari kontak dengan sendok atau spatula logam yang dapat memicu pembentukan kompleks tidak diinginkan; gunakan spatula plastik atau kaca bila tersedia. Mengingat kemasannya kecil, timbanglah langsung dalam jumlah yang diperlukan untuk menekan kehilangan bahan. Kenakan sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung mata, serta bekerja di ruang berventilasi baik. Tutup rapat botol segera setelah dipakai dan catat tanggal pembukaan pertama.
- Fidy dkk. (1991). Binding of naphthohydroxamic acid to horseradish peroxidase monitored by zinc mesoporphyrin fluorescence line narrowing. The Journal of Physical Chemistry doi:10.1021/j100164a036
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
