2-Hydroxyphenylacetic Acid (2-HPPA) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam pembentukan senyawa aromatik dan heterosiklik. Dalam laboratorium, 2-HPPA berperan sebagai bahan pembangun (building block) yang memiliki kemampuan untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional lainnya, sehingga memungkinkan pembuatan senyawa dengan struktur yang lebih kompleks.
Karakteristik utama dari 2-HPPA adalah struktur molekulnya yang memiliki gugus hidroksil dan gugus karboksil, yang memberikan sifat reaktif dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia seperti esterifikasi, amidasi, dan reaksi substitusi. Sifat ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk berbagai aplikasi dalam sintesis senyawa farmakologis dan bahan kimia industri.
Di laboratorium Indonesia, 2-HPPA digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama oleh institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini sangat relevan dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan lingkungan.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks untuk penelitian farmakologi
- Pembuatan senyawa heterosiklik dalam studi struktur molekul
- Reaksi esterifikasi untuk pengembangan bahan kimia industri
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia organik
- Penelitian tentang sifat reaktivitas senyawa organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 614-75-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
2-Hydroxyphenylacetic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya dan kelembapan untuk mencegah degradasi. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam ruangan bersuhu rendah dan kering. Pada saat penggunaan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi.
- Allouche dkk. (2005). Synthesis of Hydroxytyrosol, 2-Hydroxyphenylacetic Acid, and 3-Hydroxyphenylacetic Acid by Differential Conversion of Tyrosol Isomers UsingSerratia marcescensStrain. Journal of Agricultural and Food Chemistry doi:10.1021/jf050972w
- Tse-Min Lee dkk. (1993). o-Hydroxyphenylacetic acid-enhanced rice coleoptile elongation. Plant Science doi:10.1016/0168-9452(93)90078-e
- García-Marco dkk. (2006). Effectiveness of Ethylenediamine-N(o-hydroxyphenylacetic)-N′(p-hydroxyphenylacetic) acid (o,p-EDDHA) to Supply Iron to Plants. Plant and Soil doi:10.1007/s11104-005-8218-5
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
