2-Heptenoic Acid (contains 3-Heptenoic Acid), dengan nomor CAS 18999-28-5, adalah senyawa organik yang digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang material ilmu. Bahan ini sering ditemukan dalam proses pembuatan kuantum dot koloid yang digunakan untuk aplikasi optoelektronik dan sensor. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan dasar untuk sintesis material dengan sifat optik dan elektronik yang unik.
2-Heptenoic Acid memiliki struktur molekuler yang kompleks dan memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini dipilih untuk digunakan dalam reaksi kimia yang membutuhkan presisi tinggi. Kandungan 3-Heptenoic Acid dalam produk ini juga memberikan variasi struktur yang berguna dalam penelitian material.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini sangat relevan untuk penelitian di bidang elektronik dan material ilmu. Banyak institusi penelitian dan universitas di Indonesia menggunakan bahan ini untuk pengembangan teknologi baru, terutama dalam bidang optoelektronik dan sensor. Ketersediaan bahan ini mendukung penelitian lokal yang berorientasi pada inovasi teknologi.
- Sintesis kuantum dot koloid untuk aplikasi optoelektronik
- Pengembangan sensor kimia berbasis material organik
- Penelitian tentang sifat optik dan elektronik material baru
- Pembuatan lapisan aktif dalam perangkat optik dan elektroda
- Studi tentang interaksi molekuler dalam reaksi kimia kompleks
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 18999-28-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Electronic Materials > Colloidal Quantum Dot (QD) Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 5mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan panas |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan gelap, serta jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia disarankan. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini mungkin berbahaya jika terkena kulit atau inhalasi.
- Takeda dkk. (2007). Catalytic Asymmetric Intramolecular Cyclopropanation of 2‐Diazo‐3‐oxo‐6‐heptenoic Acid Esters.. ChemInform doi:10.1002/chin.200728066
- HALUT‐DESPORTES dkk. (1991). ChemInform Abstract: Structure of (2R)‐2‐((1S,2R,3S)‐3‐Hydroxy‐2‐methylcyclopentyl)‐6‐ methyl‐6‐heptenoic Acid.. ChemInform doi:10.1002/chin.199116275
- Obara dkk. (2018). Enantioselective Lactonization of 3,3,6-Trimethyl-4(E)-heptenoic Acid Esters. Journal of Chemistry doi:10.1155/2018/6135281
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
