Pentaerythritol Tetrastearate (PETS) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi ilmiah dan industri. Bahan ini memiliki struktur molekuler kompleks yang terdiri dari empat rantai asam lemak yang terikat pada inti pentaerythritol. Dalam laboratorium, PETS sering digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan pelarut, bahan aditif, dan bahan bantu dalam sintesis senyawa organik. Karena sifatnya yang stabil dan tidak mudah terurai, PETS menjadi pilihan utama dalam eksperimen yang memerlukan kestabilan kimia tinggi.
PETS memiliki sifat non-polar dan memiliki titik leleh yang tinggi, sehingga cocok untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium yang memerlukan ketahanan terhadap panas. Bahan ini juga bersifat tidak beracun dan tidak mengandung bahan berbahaya yang dapat merusak lingkungan. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk mengikat dan memperkuat struktur molekuler dalam reaksi kimia, menjadikannya bahan yang sangat diminati dalam penelitian kimia dan farmasi.
Di laboratorium Indonesia, PETS digunakan dalam berbagai penelitian terkait bahan kimia, seperti pembuatan pelarut khusus, pengembangan bahan aditif, dan penelitian tentang sifat fisika dan kimia senyawa tertentu. Bahan ini juga sering ditemukan dalam laboratorium kimia dan farmasi yang memerlukan bahan bantu dengan sifat stabil dan non-toxis.
- Pembuatan pelarut khusus untuk reaksi kimia yang memerlukan kestabilan tinggi
- Pengembangan bahan aditif dalam industri kosmetik dan farmasi
- Penelitian sifat fisika dan kimia senyawa organik kompleks
- Sintesis senyawa dengan struktur molekuler yang kompleks
- Penggunaan dalam formulasi bahan bantu untuk reaksi kimia yang sensitif
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 115-83-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk atau butiran |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Pentaerythritol Tetrastearate harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari kelembapan serta sinar matahari langsung. Bahan ini tidak bersifat korosif, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Dalam laboratorium, sebaiknya menggunakan sarung tangan dan masker untuk mencegah paparan yang tidak terduga. Penyimpanan yang tepat akan memastikan kualitas dan kestabilan bahan selama periode penggunaan.
- Gu (1993). Factor analysis of phase transitions and conformational changes in pentaerythritol tetrastearate. Analytical Chemistry doi:10.1021/ac00054a030
- Indira dkk. (2018). Quantification of pentaerythritol tetrastearate, a mold release agent used in polycarbonate, by non‐aqueous RP HPLC method. Journal of Separation Science doi:10.1002/jssc.201801086
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
