2-Hexadecenoic Acid (HCDA) adalah senyawa organik yang digunakan secara luas dalam penelitian material ilmiah, terutama dalam pengembangan bahan kuantum titik koloid (colloidal quantum dots). Senyawa ini berperan sebagai ligan dalam sintesis kuantum titik, yang merupakan struktur nano yang memiliki sifat optik dan elektronik unik. Dalam laboratorium, HCDA sering digunakan untuk memodifikasi permukaan kuantum titik agar memiliki stabilitas dan sifat fungsional yang lebih baik.
Karakteristik utama HCDA adalah kemampuannya untuk membentuk kompleks dengan logam transisi, serta kemampuannya untuk mengontrol ukuran dan morfologi kuantum titik. Sifat ini menjadikannya pilihan utama dalam penelitian material elektronik dan optik. Selain itu, HCDA memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses sintesis dan pemrosesan material.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, HCDA digunakan oleh peneliti di berbagai institusi pendidikan dan lembaga riset untuk mendukung penelitian dalam bidang material ilmiah, terutama dalam pengembangan teknologi kuantum titik yang berpotensi untuk aplikasi dalam display, sensor, dan perangkat optoelektronik.
- Sintesis kuantum titik berbasis logam transisi untuk aplikasi optoelektronik
- Modifikasi permukaan kuantum titik untuk meningkatkan stabilitas dan kinerja
- Penelitian tentang sifat optik dan elektronik dari material nano
- Pengembangan bahan untuk perangkat display berbasis kuantum titik
- Penelitian tentang efek ligan dalam pengaturan ukuran dan morfologi kuantum titik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 629-56-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Electronic Materials > Colloidal Quantum Dot (QD) Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
HCDA harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Karena bersifat organik, wadah harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Selama penanganan, perlu memakai sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Bahan ini tidak boleh dicampur dengan bahan kimia yang tidak kompatibel, seperti bahan berbasis logam berat.
- Hiramatsu dkk. (1990). Pressure effect on transformation of cis-unsaturated fatty acid polymorphs 2. Palmitoleic acid (cis-9-hexadecenoic acid). Chemistry and Physics of Lipids doi:10.1016/0009-3084(90)90088-9
- Carballeira dkk. (1998). Facile Total Synthesis and Antimicrobial Activity of the Marine Fatty Acids (Z)-2-Methoxy-5-hexadecenoic Acid and (Z)-2-Methoxy-6-hexadecenoic Acid. Journal of Natural Products doi:10.1021/np980274o
- Inoue dkk. (1993). Phase behavior of binary mixture of palmitoleic acid (cis-9-hexadecenoic acid) and asclepic acid (cis-11-octadecenoic acid). Chemistry and Physics of Lipids doi:10.1016/0009-3084(93)90007-p
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
