Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 2650-53-5

Hexyltrimethylammonium Bromide TCI H0534

Hexyltrimethylammonium Bromide TCI H0534
Harga reguler Rp 2.359.350,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.359.350,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI H0534 Hexyltrimethylammonium Bromide adalah garam amonium kuaterner rantai pendek-menengah yang berfungsi sebagai katalis transfer fasa sekaligus surfaktan kationik dalam pekerjaan sintesis organik. Molekulnya terdiri atas gugus trimetilamonium bermuatan positif yang terikat pada rantai heksil, dengan ion bromida sebagai lawan muatan. Struktur amfifilik inilah yang memungkinkannya mengangkut anion reaktif dari fasa air menuju fasa organik, sehingga reaksi yang semula berjalan lambat karena kedua pereaksi berada di fasa berbeda dapat berlangsung jauh lebih efisien pada kondisi yang lebih ringan di laboratorium.

Sifat yang membuat reagen ini dipilih adalah kemampuannya melarut baik di air maupun pelarut organik polar, kestabilannya terhadap basa kuat, serta kemudahan penanganannya sebagai padatan yang dapat ditimbang langsung tanpa peralatan khusus. Panjang rantai heksil memberi keseimbangan antara sifat hidrofilik dan lipofilik, sehingga cocok untuk sistem dua fasa cair-cair maupun padat-cair. Sebagai surfaktan kationik, senyawa ini juga membentuk misel di atas konsentrasi tertentu dan dapat mengubah muatan permukaan partikel, sebuah sifat yang dimanfaatkan dalam sintesis material berpori dan modifikasi permukaan. Umumnya berupa padatan kristal putih yang bersifat higroskopis sehingga perlu dilindungi dari udara lembap.

Laboratorium kimia organik di universitas dan lembaga penelitian Indonesia memanfaatkan katalis transfer fasa seperti ini untuk mempercepat reaksi alkilasi, substitusi, dan oksidasi pada praktikum lanjut maupun riset skripsi dan tesis. Reagen ini juga banyak dipakai di laboratorium kimia material yang mengembangkan zeolit, silika mesopori, dan nanopartikel. Kemasan dua puluh lima gram sesuai untuk penggunaan skala percobaan, sedangkan kemasan lima ratus gram mendukung kegiatan sintesis berulang atau praktikum dengan banyak peserta.

  • Katalis transfer fasa pada reaksi alkilasi: senyawa ini memindahkan anion nukleofilik ke fasa organik sehingga reaksi berlangsung lebih cepat pada suhu yang relatif rendah.
  • Sintesis eter dan ester: kation amonium kuaterner menstabilkan alkoksida dan karboksilat di fasa organik, meningkatkan rendemen reaksi substitusi tanpa perlu pelarut aprotik mahal.
  • Reaksi oksidasi dengan oksidan anorganik: reagen ini membantu melarutkan permanganat atau hipoklorit ke dalam fasa organik sehingga substrat yang tidak larut air tetap teroksidasi efektif.
  • Templat sintesis material berpori: sebagai surfaktan kationik, senyawa ini mengarahkan pembentukan struktur pori pada sintesis silika dan zeolit di laboratorium kimia material.
  • Modifikasi permukaan partikel dan elektroda: muatan positifnya digunakan untuk mengubah sifat antarmuka pada penelitian elektrokimia, adsorpsi, maupun stabilisasi dispersi koloid.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 2650-53-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Synthetic Reagents > Phase Transfer Catalysts
Ukuran kemasan 25 g dan 500 g
Bentuk fisik padatan kristal atau serbuk putih hingga hampir putih, bersifat higroskopis
Penyimpanan simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering

Karena garam amonium kuaterner cenderung menyerap uap air, simpanlah reagen ini dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, bila perlu di dalam desikator dengan bahan pengering. Tutup wadah segera setelah penimbangan agar bahan tidak menggumpal dan kandungan airnya tidak berubah. Gunakan sendok atau spatula yang kering dan bersih untuk mencegah kontaminasi silang. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium; hindari terhirupnya serbuk halus dengan menimbang di ruang berventilasi baik atau lemari asam. Bersihkan tumpahan dengan lap lembap dan bilas area kerja, sebab sifat surfaktannya membuat residu mudah menyebar di permukaan meja.

  • Rohman dkk. (2022). Hexyltrimethylammonium Bromide Solutions At 278.15: A Dielectric Investigation On Micelle Relaxation And Hydration. SSRN Electronic Journal doi:10.2139/ssrn.4284043
  • Behera dkk. (2008). Modifying Properties of Aqueous Cetyltrimethylammonium Bromide with External Additives: Ionic Liquid 1-Hexyl-3-methylimidazolium Bromide versus Cosurfactant n-Hexyltrimethylammonium Bromide. The Journal of Physical Chemistry B doi:10.1021/jp8089787
  • Rohman dkk. (2022). Dielectric Relaxation of Ion-pairs, Micelles and Hydration in Aqueous Hexyltrimethylammonium Bromide Solutions. Chemical Thermodynamics and Thermal Analysis doi:10.1016/j.ctta.2022.100098

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.