1,2,7-Heptanetriol adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia. Senyawa ini memiliki struktur molekul yang terdiri dari tiga grup hidroksil yang terletak pada posisi berbeda di rantai heptana. Dalam laboratorium, senyawa ini sering dimanfaatkan sebagai bahan pembentuk senyawa kompleks, seperti polimer atau senyawa organik lainnya. Karena sifatnya yang reaktif, 1,2,7-Heptanetriol juga digunakan dalam sintesis senyawa dengan struktur tertentu yang membutuhkan reaktivitas tinggi.
Senyawa ini memiliki sifat polar dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat atau aseton. Karakteristik ini membuatnya sangat cocok untuk digunakan dalam reaksi kimia yang memerlukan interaksi antar molekul. Selain itu, kestabilan kimianya dalam kondisi tertentu juga membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk berbagai aplikasi laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, 1,2,7-Heptanetriol digunakan dalam penelitian kimia murni dan terapan. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk eksperimen yang berkaitan dengan sintesis senyawa organik, pengembangan bahan baru, dan studi reaktivitas kimia.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang membutuhkan reaktivitas tinggi
- Pembuatan polimer dengan struktur tertentu melalui reaksi polimerisasi
- Pengembangan bahan kimia baru dalam bidang farmasi dan material
- Penelitian tentang reaktivitas dan sifat kimia senyawa multi-hidroksil
- Eksperimen kimia murni untuk memahami mekanisme reaksi kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 37939-50-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
1,2,7-Heptanetriol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kontaminasi dan reaksi kimia. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Dalam penanganan, perlu memakai sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk menghindari kontak langsung dengan kulit. Senyawa ini bersifat reaktif, sehingga harus dihindari dari paparan panas, cahaya langsung, dan bahan kimia lain yang tidak kompatibel.
- MARZEC (1992). Rigid polyurethane foams with reduced combustibility modified with 3-chloro-1,4,7-heptanetriol and 3-diethylphosphono-1,4,7-hcplanclriol. Polimery doi:10.14314/polimery.1992.090
- Peters dkk. (1998). Crystal structure of (3S,4S,5R,1'S)-1,3-O-benzylidene-6-methyl-4-nitro-1,3,5-heptanetriol,(C6H5)C4H6O2(C5H10NO3). Zeitschrift für Kristallographie - New Crystal Structures doi:10.1524/ncrs.1998.213.14.793
- Peters dkk. (1998). Crystal structure of (3S,4R,5R,1'S)-1,3-O-benzylidene-6-methyl-4-nitro-1,3,5-heptanetriol,(C6H5)C4H6O2(C5H10NO3). Zeitschrift für Kristallographie - New Crystal Structures doi:10.1524/ncrs.1998.213.14.795
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
