(R)-2,3-Dihydro-1H-inden-1-ol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam sintesis asimetris untuk membangun struktur molekuler yang memiliki aktivitas biologis spesifik. Senyawa ini termasuk dalam kategori chiral building blocks, yang merupakan bahan dasar penting dalam pembuatan senyawa dengan struktur asimetris. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan bantu dalam reaksi kimia untuk menghasilkan produk akhir dengan sifat optik tertentu.
Senyawa ini memiliki struktur inden yang memberikan stabilitas dan reaktivitas yang baik dalam berbagai kondisi reaksi. Karakteristik chiralnya membuatnya menjadi pilihan utama dalam sintesis senyawa yang memerlukan kontrol stereokimia. Karena sifat ini, senyawa ini sangat cocok untuk aplikasi dalam penelitian farmakologi dan kimia organik.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian senyawa aktif biologis, terutama dalam bidang farmasi dan biokimia. Peneliti sering memanfaatkan senyawa ini untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki potensi terapi medis. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan peneliti dalam mengakses bahan baku yang diperlukan untuk eksperimen mereka.
- Sintesis senyawa asimetris untuk penelitian farmakologi
- Pembuatan senyawa dengan aktivitas biologis spesifik
- Pengembangan produk farmasi berbasis struktur chiral
- Penelitian tentang efek stereokimia pada reaktivitas molekuler
- Pengujian keterlibatan struktur molekul dalam aktivitas farmakologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 697-64-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 200mg, 1g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari cahaya matahari dan kelembapan untuk menjaga stabilitas kimia. Gunakan wadah berbahan polietilen atau kaca yang tahan terhadap reaksi kimia. Selama penanganan, pastikan untuk memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
—
