Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 21424-24-8

Heptadecyltrimethylammonium Bromide TCI H1307

Heptadecyltrimethylammonium Bromide TCI H1307
Harga reguler Rp 2.625.000,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.625.000,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI H1307 Heptadecyltrimethylammonium Bromide adalah surfaktan kationik kuartener amonium dengan rantai alkil tujuh belas atom karbon dan gugus kepala trimetilamonium bermuatan positif. Senyawa ini berperan sebagai pengarah bentuk dan ligan permukaan dalam sintesis nanomaterial, khususnya pada pembuatan titik kuantum koloid dan nanopartikel logam. Di laboratorium, surfaktan semacam ini menempel pada permukaan kristal yang sedang tumbuh, mengendalikan laju pertumbuhan pada arah kristalografi tertentu, dan menjaga partikel tetap terdispersi sehingga tidak menggumpal selama dan setelah proses sintesis.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah panjang rantai ganjil C17 yang berada di antara surfaktan baku berkarbon genap seperti heksadesil dan oktadesil trimetilamonium bromida. Perbedaan satu atom karbon ini menggeser konsentrasi misel kritis, kerapatan penataan rantai pada permukaan partikel, serta kekuatan interaksi hidrofobik, sehingga peneliti dapat menyetel morfologi dan ukuran nanopartikel secara halus. Gugus amonium kuartenernya bermuatan tetap di seluruh rentang pH, memberikan tolakan elektrostatik yang stabil pada dispersi koloid berair, sementara ion bromida yang menyertainya juga ikut memengaruhi jalur pertumbuhan kristal pada banyak sistem nanomaterial.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini digunakan kelompok riset kimia material, fisika, dan nanoteknologi yang mengembangkan titik kuantum untuk perangkat tampilan dan fotonik, nanopartikel logam untuk katalisis maupun sensor, serta bahan berstruktur berpori terarah surfaktan. Kemasan 5 g memadai untuk serangkaian percobaan sintesis dan optimasi skala penelitian.

  • Sintesis titik kuantum koloid: berfungsi sebagai ligan permukaan yang mengendalikan nukleasi, pertumbuhan, dan kestabilan dispersi nanokristal semikonduktor.
  • Pembuatan nanopartikel logam anisotropik: mengarahkan pertumbuhan pada bidang kristal tertentu sehingga bentuk batang atau lempeng dapat diperoleh secara terkendali.
  • Penstabil dispersi koloid: muatan positif permanennya memberikan tolakan elektrostatik yang mencegah penggumpalan partikel dalam medium berair dalam jangka panjang.
  • Templat bahan mesopori: misel surfaktan berperan sebagai cetakan lunak pembentuk pori teratur pada sintesis silika dan oksida logam berstruktur.
  • Studi perilaku antarmuka: dipakai menelaah pengaruh panjang rantai alkil terhadap konsentrasi misel kritis, tegangan permukaan, dan adsorpsi pada padatan.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode katalog H1307
Nomor CAS 21424-24-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Materials Science > Electronic Materials > Colloidal Quantum Dot (QD) Research Reagents
Ukuran kemasan 5 g
Bentuk fisik padatan serbuk; rincian mengacu pada lembar data dan Certificate of Analysis TCI
Penyimpanan tempat sejuk, kering, tertutup rapat, sesuai anjuran pada label produsen

Garam amonium kuartener rantai panjang cenderung higroskopis, sehingga wadah harus selalu tertutup rapat dan disimpan di tempat kering, bila perlu di dalam desikator berisi silika gel untuk menjaga serbuk tetap mudah ditimbang. Hindari paparan udara lembap yang dapat membuat bahan menggumpal dan mengubah konsentrasi larutan yang disiapkan. Timbang menggunakan spatula bersih dan kering, dan siapkan larutan induk dengan pengadukan lembut serta pemanasan ringan bila diperlukan agar tidak terbentuk busa berlebih. Serbuk halusnya mengiritasi mata, kulit, dan saluran napas, sehingga gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, masker yang sesuai, dan bekerja di lemari asam. Buang limbah surfaktan mengikuti prosedur laboratorium.

—