Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 10004-44-1

3-Hydroxy-5-methylisoxazole TCI H1348

3-Hydroxy-5-methylisoxazole TCI H1348

Identitas Kimia

No. CAS
10004-44-1
PubChem
CID 24781·SID 160871146
Rumus molekul
C4H5NO2
Berat molekul
99.09 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
5-methyl-1,2-oxazol-3-one
SMILES
CC1=CC(=O)NO1
InChIKey
KGVPNLBXJKTABS-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.696.800,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.696.800,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

3-Hydroxy-5-methylisoxazole adalah senyawa heterosiklik lima anggota yang mengandung atom nitrogen dan oksigen bersebelahan dalam cincin isoksazol, dilengkapi gugus hidroksil pada posisi tiga dan gugus metil pada posisi lima. Senyawa ini lebih dikenal di kalangan ilmu pertanian dengan nama umum himeksazol, dan di laboratorium ia memiliki dua peran sekaligus: sebagai bahan bangunan heterosiklik untuk sintesis organik, serta sebagai bahan rujukan pada penelitian dan analisis yang berkaitan dengan senyawa aktif pertanian. Ketersediaannya dalam bentuk murni membuat senyawa ini berguna untuk pekerjaan sintesis maupun pekerjaan analitik yang menuntut identitas bahan yang pasti.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah cincin isoksazol yang stabil namun tetap dapat difungsionalisasi, ditambah gugus hidroksil yang bersifat cukup asam akibat tautomeri dengan bentuk karbonilnya. Keasaman ini memungkinkan senyawa membentuk garam, mengalami alkilasi pada oksigen atau nitrogen, serta berpartisipasi dalam ikatan hidrogen yang memengaruhi kelarutan dan perilaku kromatografinya. Cincin isoksazol sendiri merupakan motif yang banyak muncul pada molekul farmasi dan agrokimia, sehingga senyawa ini kerap dipakai sebagai titik awal pengembangan turunan baru. Bentuknya sebagai padatan memudahkan penimbangan dan penyiapan larutan standar.

Di Indonesia, senyawa ini relevan bagi laboratorium kimia pertanian, laboratorium pengujian residu, serta kelompok riset kimia organik yang mengerjakan sintesis heterosiklik. Laboratorium pengujian dapat memanfaatkannya sebagai bahan pembanding, sementara laboratorium sintesis memakainya sebagai bahan awal pembuatan turunan isoksazol. Kemasan 5 gram dan 25 gram memberi pilihan sesuai skala pekerjaan, mulai dari pembuatan deret larutan standar hingga percobaan sintesis berulang.

  • Bahan awal sintesis turunan isoksazol, karena cincin heterosiklik yang sudah terbentuk menghemat langkah dibandingkan membangun cincin dari hidroksilamina dan senyawa dikarbonil.
  • Bahan pembanding pada analisis residu bahan aktif pertanian, sebab identitas senyawa yang pasti diperlukan untuk memastikan puncak kromatogram teridentifikasi dengan benar.
  • Penelitian perlakuan benih dan media tanam di laboratorium agronomi, karena senyawa ini dikenal luas dalam literatur sebagai bahan aktif pengendali penyakit tular tanah.
  • Kajian tautomeri dan keasaman heterosiklik, karena kesetimbangan antara bentuk hidroksi dan bentuk karbonil menjadikannya contoh pengajaran yang sangat baik bagi mahasiswa.
  • Pengembangan metode kromatografi cair maupun gas, sebab senyawa ini dapat digunakan untuk menguji keterulangan waktu retensi dan kinerja kolom pada matriks pertanian.

Merek TCI
Nomor CAS 10004-44-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik padatan
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat

Simpan bahan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, serta jauh dari sinar matahari langsung dan sumber panas. Hindari penyimpanan berdekatan dengan basa kuat dan oksidator kuat. Karena berbentuk serbuk, penimbangan sebaiknya dilakukan di lemari asam atau ruang berventilasi baik agar debu halus tidak terhirup, dan gunakan sarung tangan, masker, kacamata pelindung, serta jas laboratorium. Bersihkan neraca dan permukaan kerja setelah penimbangan, lalu cuci tangan sebelum meninggalkan area laboratorium. Limbah padat maupun larutan sisa ditampung dalam wadah limbah kimia berlabel dan tidak dibuang ke saluran air umum.

—