TCI M0410 Thymol adalah senyawa fenol monoterpenoid yang secara alami terdapat pada minyak atsiri tanaman thyme dan beberapa tanaman aromatik lainnya. Senyawa ini telah lama dikenal karena sifat antiseptik dan antimikrobanya, sehingga menempati posisi penting baik di laboratorium biokimia maupun di laboratorium pengujian bahan alam. Dalam kegiatan riset, timol digunakan sebagai bahan pembanding pada analisis minyak atsiri, sebagai senyawa uji dalam penelitian aktivitas antimikroba, serta sebagai bahan pengawet pada beberapa preparat laboratorium yang memerlukan perlindungan terhadap pertumbuhan mikroorganisme.
Sifat yang membuat timol banyak dipilih adalah kombinasi gugus hidroksil fenolik dengan kerangka monoterpen yang bersifat lipofilik. Perpaduan ini memberikan kemampuan menembus membran sel mikroba sekaligus menghasilkan aroma khas yang mudah dikenali. Timol berbentuk padatan kristal dengan kelarutan terbatas dalam air namun larut baik dalam etanol dan pelarut organik lainnya, sehingga penyiapan larutan uji umumnya dilakukan menggunakan pelarut alkohol. Cincin aromatiknya memberikan serapan ultraviolet yang khas sehingga senyawa ini mudah dianalisis dengan kromatografi cair maupun kromatografi gas, menjadikannya standar yang praktis pada pekerjaan analitik bahan alam.
Di Indonesia, timol banyak dipakai oleh laboratorium farmakognosi dan bahan alam, laboratorium mikrobiologi yang menguji aktivitas antibakteri dan antijamur, serta unit penelitian produk perawatan mulut dan minyak atsiri. Mengingat kekayaan tanaman aromatik Nusantara, senyawa ini kerap menjadi pembanding penting pada analisis komponen minyak atsiri hasil penyulingan lokal. Ketersediaan kemasan 25 g dan 500 g mendukung baik pekerjaan analitik rutin maupun penelitian berskala lebih besar.
- Uji aktivitas antimikroba: timol dipakai sebagai senyawa pembanding positif dalam pengujian daya hambat terhadap bakteri dan jamur di laboratorium mikrobiologi.
- Standar analisis minyak atsiri: senyawa ini menjadi acuan identifikasi dan penetapan kadar komponen fenolik pada analisis kromatografi gas hasil penyulingan tanaman aromatik.
- Penelitian produk perawatan mulut: sifat antiseptiknya membuat timol banyak diteliti sebagai bahan aktif pada formulasi obat kumur dan sediaan kebersihan gigi.
- Bahan pengawet preparat laboratorium: timol digunakan dalam jumlah kecil untuk mencegah pertumbuhan jamur pada larutan maupun sediaan yang disimpan cukup lama.
- Kajian antioksidan dan hubungan struktur aktivitas: gugus fenolnya diteliti kemampuannya menangkal radikal bebas dibandingkan senyawa terpenoid fenolik lain yang serupa.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk M0410 |
|---|---|
| Nomor CAS | 89-83-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 500 g |
| Bentuk fisik | padatan kristal berwarna putih dengan aroma khas |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan tertutup rapat |
Simpan timol dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terlindung dari cahaya matahari langsung serta sumber panas karena senyawa ini dapat menyublim perlahan pada suhu ruang yang hangat. Jauhkan dari bahan pengoksidasi kuat dan basa kuat. Aromanya sangat kuat sehingga penimbangan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam agar ruang kerja tetap nyaman. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta hindari kontak langsung dengan kulit karena senyawa fenolik dapat menimbulkan iritasi pada pemakaian tanpa pelindung.
- Ogun (2022). Efficacy of Hexetidine, Thymol and Hydrogen Peroxide-Containing Oral Antiseptics in Reducing Sars-Cov-2 Virus in the Oral Cavity: A Pilot Study. West Africa Journal of Medicine doi:10.55891/wajm.v39i1.98
- Tawakkal dkk. (2014). Effect of kenaf fibre loading and thymol concentration on the mechanical and thermal properties of PLA/kenaf/thymol composites. Industrial Crops and Products doi:10.1016/j.indcrop.2014.06.032
- Anand dkk. (2012). Chlorhexidine–thymol varnish as an adjunct to scaling and root planing: A clinical observation. Journal of Oral Biology and Craniofacial Research doi:10.1016/j.jobcr.2012.05.006
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
